Wagub: Demo Boleh, Jangan Anarkis

0
632 views
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (tengah) bersama Ketua FKUB Provinsi Banten AM Romly (dua dari kiri) saat pembukaan raker FKUB di Le Semar Hotel, Kota Serang, Kamis (22/10).

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten untuk ikut mensosialisasikan agar masyarakat tidak melakukan demo anarkis. Selain itu, politikus Partai Golkar ini juga meminta FKUB membantu mensosialisasikan peraturan dan kebijakan-kebijakan Pemprov Banten supaya sampai ke masyarakat. Salah satu kebijakan Pemprov yang saat ini perlu mendapat bantuan seluruh stakeholder adalah kebijakan terkait penanganan Covid-19.

“Aksi diperbolehkan dalam Undang-Undang. Tapi saya mengimbau jangan sampai merugikan masyarakat atau terjadi anarkisme,” ujar Andika usai menghadiri rapat kerja FKUB Banten di Hotel Le Semar Kota Serang, Kamis (22/10).

Ketua Dewan Penasehat FKUB Banten ini meminta masyarakat untuk menyampaikan pendapat sesuai peraturan perundang-undangan, sehingga seluruh masyarakat sadar ketertiban umum. Hal itu disampaikan Andika mengingatkan masih ada masyarakat yang melakukan aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Ia tidak menginginkan adanya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19, misalnya saja klaster demo. Apalagi, selama ini Pemprov sudah melakukan program-program penanganan Covid-19 yang relatif berhasil.

“Berkat kekompakan dan kedisiplinan semuanya, Alhamdulillah zona merah hanya tinggal tersisa di Tangsel (Tangerang Selatan-red),” ujarnya.

Kata dia, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan yakni  memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Apabila 3M itu diterapkan maka penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

Ketua FKUB Provinsi Banten, AM Romly mengatakan, demo atau unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja merupakan hak asasi manusia. Hanya saja massa harus menjaga dan memerhatikan protokol kesehatan. “Jangan sampai ada klaster demo penyebaran covid,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, saat menyampaikan aspirasi dan pendapat yang sangat mulia, jangan sampai terjadi perusakan. “Bukan mendapatkan simpati dari umum malah antipati dan tidak mendukung,” tandas Romly.

Kata dia, FKUB sendiri sudah bergerak menekan penyebaran Covid-19 dengan melakukan sosialisasi melalui majelis-majelis agama. “FKUB melalui saluran majelis agama,” ujarnya.

Kata dia, pihaknya juga membagikan masker, dan hand sanitizer dari berbagai agama. Selain itu, ada juga pembagian sembako untuk para penjaga rumah peribadatan.

Romly juga menekankan setiap agama untuk melaksanakan ibadah dengan memerhatikan protokol kesehatan. “Agar Covid-19 ini cepat pergi,” tutur Romly. (nna/air)