Wagub Minta Kerja Sama Industri dan Lembaga Pendidikan Ditingkatkan

CILEGON – Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Banten, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menilai perlu adanya peningkatan kerja sama antara industri dan lembaga pendidikan, baik level menengah atas hingga perguruan tinggi.

Menurut Andika, saat ini, sejumlah program yang dicanangkan pemerintah dan sedang berjalan sudah cukup baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri di Banten. Hanya saja perlu ada upaya penguatan serta perluasan sasaran pada program tersebut.

Dijelaskan Andika, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri pemerintah telah menggalakkan sejumlah program, misalnya, pendidikan vokasi, job matching, link and match, serta pelatihan di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI).

Program-program itu sejauh ini sudah memberikan dampak yang sangat baik. Misalnya pada program link and match. 80 persen lulusan dari program itu terbukti memenuhi kebutuhan industri.

“Tinggal dilakukan penguatan, misalnya menambah kuota dari yang sekarang per perusahaan  yang diterima 20 orang, bertambah menjadi 40 orang,” tutur Andika usai menghadiri acara Pelepasan Angkatan XXI dan Penerimaan Angkatan XXII Program Beasiswa Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK), Fakultas Teknik Untirta, Rabu (9/10). 

Ia melanjutkan program beasiswa pendidikan dan P3TIK yang diselenggaran di Fakultas Teknik Untirta merupakan contoh upaya lain dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

Melalui pendidikan seperti itu, SDM yang berkualitas dan bersertifikasi bermunculan. Ia berharap semakin banyak industri yang terlibat dalam program tersebut, sehingga SDM yang berkualitas semakin banyak.

Karena itu, Andika mengajak asosiasi industri, asosiasi profesi, Kadin, Apindo, lembaga pendidikan dan pelatihan swasta serta praktisi dari perguruan tinggi untuk membentuk lembaga intermediasi tenaga kerja daerah, yang bertujuan untuk menjembatani kebutuhan lintas sektoral terkait ketenagakerjaan.

Andika mengungkapkan, tantangan yang dihadapi dalam sektor ketenagakerjaan adalah terbatasnya kualitas tenaga kerja, angka pengangguran terbuka dan disparitas pembangunan antara wilayah utara dan selatan Provinsi Banten.

“Untuk itu, diperlukan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang produktif, memiliki kompetensi dan daya saing,” imbuhnya. (Bayu Mulyana)