Wagub Minta OPD Jangan Terlena

0
841 views
Wagub Andika Hazrumy menyalami peserta rapat pimpinan (rapim) di aula Bappeda Banten,Senin (2/3). Dalam rapim itu, Wagub menekankan pentingnya koordinasi.

SERANG – Setelah sempat bernada tinggi saat apel hari kesadaran nasional dua pekan lalu, Wakil Gubernur Andika Hazrumy kembali mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten. Andika mengingatkan pegawai OPD untuk terus melakukan komunikasi, koordinasi, dan konsultasi saat memimpin rapat pimpinan (rapim) di aula Bappeda, Senin (2/3).

Di tahun ketiga kepemimpinannya bersama Gubernur Wahidin Halim, Andika meminta OPD untuk tidak terlena. Ia mengaku dua pekan lalu saat memimpin apel, ia tidak marah tetapi mengingatkan perbaikan untuk menguatkan fungsi komunikasi dan koordinasi agar progres pelaksanaan program bisa berjalan dengan baik.

“OPD harus berkonsultasi kepada pimpinan. Koordinasi dan menyosialisasikan agar proses pelaksanaan ini sesuai harapan,” tegas Andika seusai rapim di aula kantor Bappeda Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.

Andika mengatakan, koordinasi harus dilakukan apalagi program yang berdampak bagi masyarakat luas. “Jangan sampai ada program yang di luar visi misi yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Banten,” tandasnya.

Ia mengatakan, program-program yang ada di OPD harus mengacu pada visi dan misi dan tidak boleh di luar dari itu. Tidak ada lagi visi dan misi OPD atau visi dan misi Sekda Banten. Namun, harus satu visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD. Selain itu, landasan platform OPD harus jelas dan inline dengan RPJMD.

Saat ditanya apakah ada OPD yang menyimpang di luar visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, Andika mengaku terkadang ada OPD di luar koordinasi. “Program yang sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang itu tidak sesuai dengan aplikasi program visi dan misi. Nah, itu yang saya katakan harus ditingkatkan kembali koordinasi dan komunikasi sehingga sesuai ruh RPJMD Provinsi Banten,” ujar pria yang tahun ini berusia 35 tahun.

Kata dia, program harus dilaksanakan dengan baik dengan membangun kebersamaan dan kerja sama. Ia mengatakan, peringatan dilakukan agar tidak terbuai.

Rapim yang dilakukan setiap awal bulan baginya menjadi ajang untuk berkomunikasi dan berkoordinasi. Selain itu, rapim juga dilaksanakan untuk mengevaluasi program bulanan yang seharusnya ditindaklanjuti. “Ya selama ini ada (OPD-red) yang lambat dan cepat. Saya tidak ingin menyebut siapa yang salah,” tandasnya.

Andika mengatakan, dirinya dan Gubernur bukan hanya mengurus satu dua orang tapi keseluruhan aparatur. Untuk itu, ia meminta Sekda Banten Al Muktabar untuk mengkoordinasikan segala sesuatu perintah dan sudah disepakati dalam rapim untuk ditindaklanjuti. Lantaran ada diskusi dalam setiap rapim, ia mengatakan, buah pikiran dari diskusi itu harus ditindaklanjuti.

Dalam rapim kemarin, Andika mengaku melakukan evaluasi kinerja dan program, baik persiapan proses lelang barang dan jasa maupun pembangunan fisik. “Lelang ditarget selesai bulan ini,” tuturnya.

Terkait target RPMJD, Andika mengaku semua target akan dikebut. Saat ini realisasinya sudah sesuai target tapi harus terus dimaksimalkan. Waktu tiga tahun ini, seharusnya target RPJMD sudah terpenuhi lantaran itu adalah janji kepada masyarakat. “Insya Allah terselesaikan secara bertahap,” ujar Andika.

Sementara Sekda Banten Al Muktabar mengaku sesuai dengan arahan pimpinan pihaknya akan melakukan percepatan. Pertama, review administratif. Kedua, langkah-langkah teknis.

“Ada beberapa prioritas yang inline (searah-red) seperti yang disampaikan Pak Wagub terkait dengan bagaimana menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Di sana diarahkan untuk good government,” tuturnya.

Kata dia, untuk pembangunan infrastruktur, pihaknya melakukan review administratif dan fisik. “Jadi fisik dan keuangan harus terukur,” ujar Al. Kemudian, lanjutnya, penguatan terhadap pengawasan internal juga dilakukan daya dukung dalam upaya percepatan. Selain itu, bidang pendidikan, kesehatan, dan daya dukung ekonomi juga tetap menjadi perhatian.

Terkait koordinasi, Al mengatakan, selama ini sudah berjalan. “Tapi namanya juga organisasi kan dinamis. Organisasi itu bukan benda mati, dia dinamis. Oleh karenanya penguatan-penguatan dan diingatkan pimpinan adalah langkah-langkah memandu kita aparatur sipil negara melakukan tugas pokok fungsinya untuk mencapai kinerja,” terangnya. (nna/alt/ags)