Wagub Optimistis Ekonomi Pulih

0
417 views

Seiring Vaksinasi Covid-19

SERANG – Pemprov Banten optimistis ekonomi akan tumbuh dengan asumsi vaksin sudah tersedia dan PSBB dihentikan. Namun, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov berharap Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dapat melakukan Survei Ekonomi Banten di masa pandemi Covid-19 saat ini. “Survei itu diharapkan dapat dilakukan di seluruh wilayah Banten,” ujar Andika pada webinar bertema Membangkitkan Industri Manufaktur sebagai Leading Sektor Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid 19 yang digelar BPS Provinsi Banten, kemarin.

Andika mengatakan, hasil survei itu diperlukan Pemprov untuk membantu penyusunan kebijakan program strategis serta kegiatan pembangunan Pemprov dalam rangka pemulihan ekonomi Banten. Dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan pembangunan, urgensi tersedianya data-data sektoral menjadi kebutuhan mendasar dalam penyusunan rencana pembangunan.

“Kami berharap BPS Banten dapat melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan perangkat daerah, khususnya berkaitan dengan capaian indikator-indikator utama pembangunan,” terang Andika. Misalnya, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), indikator-indikator indeks pembangunan (IPM), dan lainnya.

Kata dia, dengan data itu, bentuk kebijakan, program kerja, dan penganggaran yang ideal dapat Pemprov support dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten.

Data itu dibutuhkan agar program dan kegiatan pembangunan berjalan optimal. Misalnya, lanjut dia, dalam meningkatkan angka rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah untuk dimensi pendidikan, usia harapan hidup untuk dimensi kesehatan, dan pengeluaran per kapita untuk dimensi ekonomi.

Andika mengatakan, minimal terdapat empat indikator utama pembangunan yaitu LPE, IPM, angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang terus didiskusikan oleh BPS Provinsi Banten bersama-sama perangkat daerah Pemprov, baik melalui FGD maupun melalui seminar atau workshop tematik tertentu.

Kata dia, data-data sektoral merupakan dasar pengambilan keputusan penyusunan kebijakan, program kerja, dan kegiatan pembangunan daerah. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan ketiga tahun 2020 mengalami terkontraksi minus 5,77 persen. “Pertumbuhan ekonomi memang cenderung melambat pada masa pandemi, bukan hanya di Banten tapi secara nasional bahkan perekonomian dunia,” ujar Andika. (nna/air)