Wah, Ada Aliran Sesat Diduga Muncul di Jayanti?

Ilustrasi

TIGARAKSA – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang sedang  menyelidiki dugaan munculnya aliran sesat di Kecamatan Jayanti. Rumor beredar ritual ibadah tak lazim, yaitu tanpa menggunakan sehelai pakaian.

Sudah dua bulanan ini kegiatan ibadahanya mirip dengan agama Islam. Aparat kecamatan setempat pernah menyelidiki kegiatan tersebut. Karena informasinya bocor maka kegiatan mereka urung diadakan.

Staf Kesbangpol Kabupaten Tangerang Bakhtiar mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan di wilayah tersebut. ”Kami sudah sempat datang ke lokasi, tapi bocor. Informasi ini memang belum valid. Proses penyelidikannya harus hati-hati,” katanya, Minggu (8/11/2015).

Sampai saat ini Kesbangpol belum bisa memastikan bahwa kegiatan ibadah yang tidak lazim itu sebuah aliran sesat atau tidak. Karena harus ada bukti-buktinya dulu. Sementara berdasarkan laporan warga kegiatan itu sudah merupakan aliran sesat. Karena cara ibadahnya yang tidak lazim. Kemudian dinilai meresahkan warga sekitar. Sebab itu pemerintah diminta bertindak.

Terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang Osman Jayani, belum bisa dimintai keterangan terkait adanya dugaan aliran sesat. Beberapa kali Radar Banten menghubungi telepon selulernya namun tidak diangkat.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Tangerang Ues Nawawi mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait adanya dugaan aliran sesat di Kecamatan Jayanti. Biasanya bila ada informasi itu cepat berkembang. MUI sendiri paling pertama mendapat informasi itu. ”Saya belum mendapat informasi itu. Mudah-mudahan tidak ada,” katanya.

Bila itu benar, sambung Ues, maka masyarakat diminta untuk tenang menanggapi isu tersebut. Hindari sikap anarkis, ketika kebenarannya mulai terlihat. ”MUI akan melakukan pembinaan terhadap komunitas yang diduga aliran sesat itu. Prinsipnya jangan mengganggu ketentraman masyarakat. Sehingga bisa merugikan semuanya,” imbuh Ues. (RB/iws/ful)