Alumni kru Xpresi Radar Banten saat reuni.

Radar Banten merupakan satu-satunya koran di Banten yang konsisten menghadirkan halaman bacaan anak muda. Sejarah rubrik anak muda di koran Radar Banten, mulai dari Radar Junior, Radar Yunior, Ekpresi, Xpresi, sampai Zetizen. Meskipun namanya kerap berganti, tapi tetap menjadi rujukan bacaan anak muda pada zamannya masing-masing.

Nah, untuk memperingati sepuluh tahun halaman anak muda di Radar Banten, para alumni kru Xpresi mengadakan reuni mini pada Sabtu (26/1) di The Sapphire, Hotel The Royal Krakatau, Cilegon. Mereka datang dari lintas generasi. Ada Susi dan Zahara, generasi pertama kru Xpresi. Ada juga Icha dari generasi Kamu Selanjutnya 2, Erli dari Kamu Selanjutnya 2, Riefa, Bemby, dan Asep dari Kamu Selanjutnya 3, juga Aghi, Chogah, dan Hilal.  

Menurut Hilal Ahmad, Redaktur halaman Zetizen Radar Banten, lebih dari 50 orang pernah bergabung menjadi kru Xpresi. “Mereka datang dan pergi. Alasan resign biasanya karena mau menyelesaikan kuliah, yakni garap skripsi. Nanti diganti kru baru yang masih semester bawah. Harusnya reuni ini 5 Juli, tapi karena ada suatu alasan dimajukan ke Januari,” jelas Hilal. 

FYI, sebelum berganti nama jadi Zetizen pada 7 Maret 2016, Xpresi sudah eksis sejak 5 Juli 2009. Pernah memakai nama Ekspresi. Beberapa koran di daerah lain yang masih grup Jawa Pos juga menamai koran anak mudanya dengan nama ini. “Pernah terbit tiap hari berwarna lalu terbit tiap Sabtu atau Minggu hitam putih,” jelas Hilal.

Susi Kurniawati, alumnus Xpresi yang sekarang menjadi wartawan ekonomi dan bisnis di Radar Banten juga penanggung  jawab reuni bilang, saat ini para alumni kru Xpresi bekerja di berbagai bidang. “Ada yang merintis usaha sendiri, ada yang bekerja di perusahaan swasta dan negeri. Beragam lah. Seru. Kalau kumpul lagi seperti ini jadi ingat masa-masa saat jadi wartawan kampus, part time di Radar Banten, ngantor setiap Sabtu,” tukas Susi.

Setiawan Chogah yang profilnya pernah dimuat di kolom Star-X yang mengangkat profil anak muda inspiratif di Xpresi bilang, Xpresi banyak meninggalkan kenangan manis. “Setiap halaman anak muda baik itu Xpresi atau Zetizen, berhasil dikenal pada zamannya masing-masing. Saya berterima kasih pada Xpresi karena pernah memuat profil saya. Itu seneng banget, seperti dream come true. Apalagi dibaca banyak orang,” tukas penulis novel itu. (dyah-zetizen/zee/ira)