Wajah Baru Ramaikan Bursa Bakal Calon Bupati Serang

SERANG – Bursa bakal calon bupati dan wakil bupati bukan hanya diramaikan oleh politikus kawakan saja. Sejumlah wajah baru juga bermunculan untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Kabupaten Serang pada Pilkada 2020.

Informasi yang dihimpun Radar Banten dari penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di beberapa partai politik, sedikitnya ada enam wajah baru yang muncul. Mulai dari pengusaha hingga aparatur sipil negara (ASN). Yakni, Sulaiman Ridho, Sarjudin, Madroji Sadjaya,
Masduki, dan Abdul Latif.

Sulaiman Ridho diketahui sebagai pengusaha dan mantan kepala desa di
Kecamatan Bojonegara. Meskipun tergabung ke Partai Gerindra, Sulaiman
termasuk orang yang baru yang muncul di dunia politik. Masduki juga diketahui sebagai seorang pengusaha. Kemudian, Abdul Latif mengatasnamakan dirinya sebagai perwakilan kaum muda.

Sementara Sarjudin dan Madroji Sadjaya merupakan ASN Pemkab Serang. Sarjudin masih aktif menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) dan Madroji sebagai ASN di Kecamatan Jawilan. Keduanya diketahui akan memasuki masa pensiun menjelang
jadwal pendaftaran calon bupati di KPU.

Senin (18/11) Sulaiman Ridho mengembalikan berkas pencalonan di
Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Pengembalian berkas itu, kata dia, merupakan bentuk keseriusannya untuk maju di Pilkada 2020. “Insya Allah, kita bismillah saja,” katanya kepada wartawan di Sekretariat DPD PAN Kabupaten Serang, Jalan Ciptayasa, Kecamatan Ciruas, Senin (18/11).

Pria yang akrab disapa Eli ini mengatakan, akan berkomunikasi dengan partai lainnya untuk Pilkada 2020. Bahkan, komunikasi akan ditempuh hingga tingkat DPP. “Kalau ikhtiar terus kita lakukan, apapun hasilnya bagaiamana partai, kita akan legowo,” ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Wahyu Papat Juni Romadonia juga mengembalikan berkas ke DPD PAN Kabupaten Serang. Meskipun partainya akan membuka penjaringan, Papat merasa optimistis akan diusung menjadi calon bupati oleh partainya.

Papat mengaku terus berkomunikasi dengan partai lainnya untuk mendukungnya di Pilkada 2020. Terkait rekomendasi dari PKB, ia akan
mengikuti mekanisme partai. “Kalau DPP juga kan selalu mendorong kader sendiri yang maju, cuma karena itu mekanisme partai (membuka penjaringan-red), ya harus kita ikuti,” ujarnya. (Rozak)