Wakil Bupati Lebak Ternak Kambing Etawa

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi (ketiga dari kiri).

Dari sekadar hobi dan untuk konsumsi sendiri, Ade Sumardi akhirnya mengembangkan usaha hasil perahan susu kambing etawa. Wakil Bupati Lebak itu memberi nama Lebak Etawa Farm (Lefi)

Di sela-sela kesibukannya sebagai Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan kambing etawa di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak. Ternak kambing etawa yang digeluti Ade ini dilakukan sejak 2013.

Awalnya, ia hanya memelihara tiga ekor kambing kacang atau kambing gunung. Namun, saat itu kondisi kesehatan Ade terus menurun. Dokter menyarankan agar rutin mengonsumsi susu kambing etawa.

Saat itulah Ade mempunyai ide dan tertaik untuk memelihara kambing etawa karena memang hobinya memelihara kambing. Akhirnya, Ade mencoba menimba ilmu cara memelihara kambing etawa yang baik dan bisa menghasilkan susu ke berbagai daerah mulai dari Bogor, Bandung, Lampung, hingga Jawa Tengah.

Perlahan tetapi pasti, ilmu yang diperoleh Ade untuk mengembangkan etawa di Lebak cukup berhasil. Kini yang dari awalnya hanya memiliki tiga ekor kambing menjadi 60 ekor kambing. Kini usaha etawa yang dikelolanya tersebut mulai menghasikan, dalam satu bulan menghasilkan omzet sedikitnya Rp15 juta. Etawa Lefi kini dipasarkan di Plaza Lebak dan sejumlah apotek di Lebak.

“Tujuan awalnya hanya untuk memanfaatkan lahan agar rumput dan alang-alang tidak perlu disiangi cukup dengan memagarinya dan kambing dilepaskan begitu saja. Seiring dengan berjalannya waktu populasi kambing mulai bertambah, selain dari hasil anakan saya juga membeli kambing dari masyarakat sekitar,” katanya.

Tak disangka berawal dari untuk konsumsi diri sendiri, kata Ade, ternyata banyak permintaan dari warga. “Akhirnya, kita coba untuk diperbanyak dan dipasarkan. Hasilnya lumayan satu bulan omzet bisa mencapai Rp15 juta. Itu lebih dari cukup untuk biaya produksi dan honor pegawai. Apalagi, untuk pemasaran susu kambing etawa ini sangat mudah, karena di Lebak permintaan susu kambing etawa sangat tinggi,” kata orang nomor dua di kabupaten Lebak ini.

Lantaran itu, untuk menyongsong perubahan dan kemajuan jaman terlebih menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang cukup ketat, dia mengajak generasi muda agar tidak malu untuk berternak kambing etawa, seperti yang dilakukan dirinya. Sebab, usaha kambing etawa ini dapat membawa keuntungan. Selain susunya yang mahal jika dibandingkan dengan susu sapi, lantaran memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan. Kambing etawa ini juga memiliki bentuk yang unik sehingga sering kali dikonteskan dalam event-event tertentu.

Menurut mantan Ketua DPRD Kabupaten Lebak ini, kunci utama dalam pengembangan kambing etawa adalah komposisi pemberian pakan yang sesuai serta kesehatan lingkungan kandang yang perlu dijaga.  “Pemberian komposisi pemberian pakan harus diperhatikan, begitu juga kebersihan lingkungan harus diperhatikan. Dengan demikian, kesehatan hewan ternak dapat tetap terjaga,” kata Ade. (Nurabidin/Radar Banten)