Wakil Ketua DPRD Cilegon Tersangka Dugaan Penggelapan Dana Pendidikan

0
1.010 views

CILEGON – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun ditetapkan tersangka oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri. Diduga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini  menggelapkan dana pendidikan Yayasan Al Khairiyah tahun 2018 senilai Rp8 miliar.

Selain Uyun, penyidik menetapkan Rusman Frendika dan Ahmad Juwaini sebagai tersangka. Ketiganya disangka melanggar Pasal 374 KUH Pidana dan  Pasal 372 KUH Pidana jo Pasal 55 KUH Pidana. “(Berkaitan-red) Kasus penggelapan dalam jabatan. Kasusnya masih berjalan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Senin (15/6).

Dugaan penggelapan tersebut dilaporkan ke Mabes Polri pada 20 Januari 2018 oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah Ali Mujahidin. Pada 15 November 2018, perkara Nomor : LP/20/I/2018/ Bareskrim statusnya dinaikan ke tahap penyidikan. Sejumlah pihak telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik, termasuk pelapor Ali Mujahidin.

Jumat (17/1) lalu, ketiganya resmi menyandang status tersangka. Surat pemberitahuan penetapan ketiga tersangka dikirim penyidik ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Tipidum Mabes Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo selaku penyidik. Surat tersebut juga ditembuskan kepada ketiga tersangka, Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Listyo Sigit Prabowo dan Karo Wassidik Bareskrim Polri Brigjen Pol Roycke Harry Langie. “Iya surat itu betul (surat pemberitahuan penetapan tersangka-red),” kata Awi.

Namun, penyidik belum merasa perlu untuk melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka. Langkah penahanan ketiganya akan dilakukan bila ketiga tersangka tidak kooperatif. “Ketiga tersangka tidak kita tahan,” ujar Awi.

Hingga kini, berkas perkara tersebut masih diteliti oleh jaksa peneliti Kejagung. “Masih proses sidik (penyidikan-red) dan ditangani oleh Subdit IV Dit Tipidum Bareskrim Polri,” kata Awi.

Hingga tadi malam, Nurrotul Uyun belum dapat dikonfirmasi. Panggilan dan pesan singkat Radar Banten tidak direspon. (mg05/nda)