Wakil Ketua Kadin Cilegon Dilaporkan ke Polda Banten

0
566 views
Pengurus Kadin Cilegon Muhammad Jaenal Arifin (kedua dari kiri) saat akan melapor ke SPKT Polda Banten, Senin (7/10).

SERANG – Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Cilegon Isbatullah Alibasja dilaporkan Polda Banten, Senin (7/10). Isbatullah dilaporkan atas dugaan penghinaan di media sosial (medsos) Facebook terhadap sejumlah pengurus Kadin Kota Cilegon.

Pengurus Kadin Cilegon Muhammad Jaenal Arifin bersama kuasa hukum mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten sekira pukul 14.30 WIB. Dalam laporannya tersebut, mereka membawa bukti status Facebook Isabatullah pada Rabu tanggal 2 Oktober 2019.

“Akun facebook milik Isbatullah memosting status yang isinya yaitu Kumpulan manusia yang kekurangan zat yodium cara berpikirnya selalu ngawur,” kata Jaenal kepada wartawan.

Unggahan status di Facebook tersebut dilengkapi dengan berita di salah satu media daring. Status Isbatullah tersebut dianggap telah menghina para pengusaha Kota Cilegon. “Dalam postingan itu disertakan website media online dengan foto para pengusaha di Cilegon. Kami sebagai pengurus (Kadin Cilegon-red) tidak terima, ini sudah pencemaran nama baik,” kata Jaenal.

Perbuatan Isbatullah tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Status Facebooknya memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik,”kata Jaenal.

Isbatullah mengaku tidak mempersoalkan laporan tersebut. Dia menilai laporan tersebut biasa saja dan siap menghadap penyelidik apabila diminta untuk mengklarifikasi “Silakan (membuat laporan-red), biasa saja (terkait laporan polisi-red). Sangat siap (menghadapi proses hukum-red),” kata Isbatullah singkat.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten Komisaris Polisi (Kompol) Wiwin Setiawan mengaku belum menerima laporan tersebut. Namun dia menegaskan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk

“Kemungkinan diterima sama penyelidik cyber beberapa hari kemudian, karena disposisi dulu dari pimpinan,” tutur Wiwin. (Fahmi Sai)