Wakil Rano Tunggu Restu Mega

Grafis: Arya Bayu/Radar Banten
Grafis: Arya Bayu/Radar Banten

SERANG – Bakal calon gubernur petahana Rano Karno telah melayangkan sejumlah nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Terungkap bahwa Rano tidak hanya mengirimkan dua nama, melainkan lima bakal calon wakil gubernur.

Diketahui, berdasarkan daftar penjaringan cagub/cawagub di DPD PDIP Banten beberapa waktu lalu, ada enam nama yang mendaftar, yakni Andika Hazrumy, Mulyadi Jayabaya (calon gubernur), Tb Haerul Jaman, Ahmad Taufik Nuriman (ATN), Eden Gunawan (calon wakil gubernur). Namun sayangnya, Jayabaya diketahui sudah menyatakan diri batal ikut bursa Pilgub Banten.

Dengan demikian, hanya menyisakan empat nama, yaitu Andika Hazrumy, Tb Haerul Jaman, Ahmad Taufik Nuriman, dan Eden Gunawan. Sementara itu, satu nama di luar daftar penjaringan DPD PDIP, yakni muncul nama Sekda Banten Ranta Soeharta. Lima nama ini nantinya bakal memperebutkan restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk disandingkan dengan Rano Karno.

Rano Karno sendiri, kemarin (26/7), usai melakukan pertemuan dengan Taufik Nuriman di rumah dinasnya menyatakan bahwa ada lima nama yang dikirim ke DPP. “Saya telah menyerahkan surat, ya. Apakah dua nama? Tidak. Berapa nama? Lima,” tegasnya kepada awak media.

Pertimbangan Rano menyerahkan lima nama itu lantaran menghargai yang telah daftar penjaringan bakal calon gubernur/wakil gubernur di partainya. “Minimal saya menghargai orang yang telah mendaftar dong,” ujarnya.

Terkait mencuatnya nama Sekda Ranta Soeharta yang ikut diusulkan ke DPP, Rano tak menampiknya. “Pak Ranta termasuk dalam daftar tokoh yang saya undang mengobrol di sini,” jelasnya.

Sementara itu, pada pertemuannya dengan Taufik Nuriman kemarin berlangsung singkat hanya 20 menit. Usai ngobrol secara tertutup, Rano menanggapi perkembangan politik yang sedang berkembang saat ini termasuk soal bakal pasangan calon lawannya di Pilgub Banten 2017 ‎yang sedang dijajaki beberapa partai politik yang memiliki kursi di DPRD Banten, yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy. “Saya dan semua calon lain harus siap bersaing. Silaturahmi politik yang saya lakukan ini termasuk persiapan untuk menghadapi persaingan itu. Tidak hanya saya yang melakukan komunikasi politik, DPD PDIP juga melakukannya untuk arah koalisi,” kata Rano.

Mantan Wakil Bupati Tangerang ini menambahkan, dirinya menghargai komunikasi politik yang sedang dibangun oleh semua partai politik termasuk yang dilakukan partai-partai besar lainnya yang kemungkinan akan berseberangan dengan PDIP. “‎Saya tidak melihat ada upaya masif dari partai politik di Banten untuk menjegal saya maju di Pilgub Banten‎. PDIP pasti punya mitra koalisi untuk memenuhi persyaratan mengusung saya dan calon wakil saya nanti. Mudah-mudahan tidak ada itu politik borong partai untuk melawan PDIP. Mari kita lihat kepentingan Banten lima tahun ke depan,” jelasnya.

Terkait obrolannya dengan Taufik, Rano menuturkan, membahas beberapa hal, di antaranya terkait rencana kunjungan Dubes Quwait ke Banten dalam waktu dekat untuk menjalin kerja sama dengan Pemprov Banten dalam bisnis investasi. Hal lainnya soal pembangunan Masjid Terapung Banten yang digagas ATN dan tokoh Banten lainnya. “Jadi, itu menjadi topik pembahasan karena ‎saya ingin Pak Taufik hadir saat perwakilan pemerintah Quwait berkunjung ke Banten,” ungkapnya.

Soal pilgub, kata Rano, ATN termasuk salah satu calon wakil gubernur yang diusulkan ke DPP.‎ “Bahkan, Pak Taufik juga sudah membangun komunikasi dengan DPP melalui Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang DH. Saya menghargai Pak Taufik mendaftar ke PDIP sebagai cawagub. Saya ditugaskan partai melakukan komunikasi. Kita sepakat menyerahkan semuanya ke DPP,” jelasnya.

‎Rano membantah bahwa dirinya sedang memainkan drama politik terkait pemanggilan sejumlah tokoh. “Jadi, ini bukan ajang seru-seruan, apalagi agar Pilgub Banten lebih semarak dibandingkan pilkada serentak 2015 lalu. Pilkada saat ini telah menjadi kebutuhan, bila pun pilkada membuat ramai dan lebih seru, apakah seru yang kita cari gontok-gontokannya, perang-perangannya. Bukan seru seperti itu yang kita cari. Tapi, seru dalam hal adu gagasan sehingga masyarakat Banten diberikan pilihan untuk memilih pemimpin yang diinginkannya,” tegasnya.

ATN sebagai calon wakil gubernur yang mendaftar ke PDIP dan juga telah disodorkan namanya ke DPP, lanjut ‎Rano, dirinya telah meminta Taufik untuk ikut mengawal 12 proyek strategis nasional di Banten, baik itu maju dengannya di pilgub, maju dengan cagub lain, atau pun tidak jadi maju. “Saya minta Pak Taufik ikut mengawal. Pak Taufik pasti sudah tahu permintaan kawal yang saya maksud. Kan soal penetapan wakil saya keputusanya bukan ditangan saya,” jelas Rano.

Pertemuan dengan ATN dipastikan bukan yang terakhir, Rano pun mengaku masih akan melanjutkan silaturahminya dengan tokoh lainnya termasuk dengan calon wakil gubernur‎ yang telah disodorkanya ke DPP PDIP. Sebab, keputusan DPP paling cepat akhir Juli mendatang. “Besok kita lanjutkan lagi, Pak Taufik kan tokoh yang keempat. Nama wakil saja saya usulkan lima. Jadi, masih ada pertemuan-pertemuan berikutnya,” aku Rano.

Sementara itu, ATN mengakui bahwa ‎dirinya pernah menemui Ketua Bappilu DPP PDIP terkait keseriusannya menjadi pendamping Rano. “Saya ini kan mendaftar ke PDIP sebagai cawagub. Saya membangun komunikasi dengan Pak Rano juga membangun komunikasi dengan Pak WH (Wahidin Halim‎). Bila tidak digandeng oleh Pak Rano dan Pak WH, saya pastikan tidak akan maju dalam Pilgub Banten,” katanya.

Saat pertemuan dengan Rano, Taufik mengaku tidak ada obrolan khusus soal peluangnya menjadi pendamping Rano. “Kan seperti Pak Rano bilang, keputusannya ditangan DPP. Pak Rano hanya silaturahmi dan bertukar pikiran soal Banten ke depan,” ungkapnya.

Taufik mengaku sudah memilik partai politik yang akan mengusungnya menjadi cawagub. “Saya meskipun bukan orang partai, tapi saya punya kedekatan khusus dengan dua partai pemilik kursi di DPRD Banten. Bahkan, satu partai itu sudah siap mengusung saya sebagai cawagub Pak Rano. Jadi, bila DPP PDIP memutuskan saya yang jadi wakilnya, ‎tentu saya bersyukur. Tidak juga enggak masalah. Tapi, saya sudah mempersiapkan diri dan sudah punya perahu sebagai modal awal,” ungkapnya.

“Partai yang siap jadi perahu saya memiliki lebih dari tiga kursi. Itu cukup bagi PDIP untuk mengusung pasangan calon seandainya tidak membangun koalisi dengan partai lainnya,” sambung Taufik.

Saat dikonfirmasi, Sekda Banten Ranta Soeharta mengaku terkejut bila dirinya masuk dalam daftar nama tokoh yang akan diundang Rano Karno. Menurut Ranta, selama ini dirinya tidak pernah membahas tentang hal itu. “Saya kan staf beliau, jadi saya enggak tahu soal itu,” kata Ranta saat dikonfirmasi Radar Banten, Selasa malam.

Kendati begitu, Ranta mengaku bersedia hadir memenuhi undangan Rano Karno sebagai bakal calon wakil gubernur. “Silaturahmi itu kan kewajiban. Tapi, jujur saja saya belum menerima undangan soal itu dari beliau,” ungkap Ranta.

Sementara itu, Tb Haerul Jaman yang dikonfirmasi mengaku bersyukur karena dirinya menjadi salah satu orang yang diusulkan untuk mendampingi Rano pada Pilgub nanti. Ada beberapa hal yang ditawarkan Jaman kepada Rano mulai dari dukungan parpol serta pemenangan pada Pilgub nanti.

Setelah menemui Rano di rumah dinasnya, beberapa waktu lalu, Jaman mengaku belum lagi bertemu secara khusus. “Belum ada pertemuan lagi,” ujarnya. (Aditya R-Deni S-Rostina/Radar Banten)