Walikota Apresiasi Gubernur Banten Menata Ibukota

Walikota Serang Syafrudin (kiri) dan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah (kanan) dipandu Pemred Radar Banten Delfion Saputra dalam acara Perspektif di Studio Banten Raya TV, Rabu (31/7). Foto Fauzan / Radar Banten.

SERANG – Walikota Serang Syafrudin mengapresiasi langkah Gubernur Wahidin Halim yang telah merevitalisasi kawasan Banten Lama di Kasemen. Menurutnya, revitalisasi berdampak pada perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Pemprov menjadikan Kawasan Kesultanan Banten kini menjadi wisata religi. Dan, kami sepakat, ini menjadi salah satu ikon Banten,” terangnya saat acara Perspektif di Studio 1 Banten Raya TV, Graha Pena Radar Banten, Rabu (31/7).

Selain penataan Banten Lama, kata dia, beberapa titik jalan pun dilakukan penataan, seperti halnya di pintu masuk tol Serang Timur, pelebaran jalan di Kota Serang Baru, taman di Palima, termasuk penataan trotoar jalan di dalam kota.

“Pemkot ikut serta menyelaraskan pembangunan dengan membangunan KPW (kawasan penunjang wisata-red). Kita mengalokasikan Rp30 miliar di Kawasan Kesultanan Banten,” ujarnya.

Ke depan, Syafrudin berharap, Pemprov Banten mengalokasikan tambahan bantuan keuangan (bankeu) dari Rp40 miliar menjadi Rp100 miliar untuk mempercepat akselerasi penataan.    

“Saat ini Rp40 miliar masih kurang. Minimal Rp100 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengatakan, di era kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, penataan dilakukan secara progresif. “Lima belas tahun belum tertata. Padahal logo Provinsi Banten menara Banten. Tapi, sekarang sudah direvitalisasi,” terangnya.

Asep menilai, penataan Kota Serang sudah menggeliat sehingga DPRD berupaya memberikan support yang lebih besar lagi di 2020 minimal Rp100 miliar. “Bantuan keuangan itu bukan sesuatu hal yang wajib. Pengelolaan Banten lama yang harus dilakukan agar ada PAD,” pungkasnya. (fdr/alt/ira)