Walikota Arief Gelar Rapat Tanggap Banjir, Kebutuhan Logistik Jadi Prioritas

TANGERANG – Walikota Tangerang Arief R Wismanyah menggelar rapat tanggap kondisi banjir, Kamis (2/1). Rapat dilakukan agar penanganan bencana banjir bisa lebih optimal.  Rapat dihadiri Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf. Wisnu Kurniawan, Asisten Ekbang Kesra Indri Astuti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mulyani, serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Suli Rosadi di ruang Tangerang Live Room (TLR), Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (2/1) malam.

Arief meminta agar jajaran Pemkot Tangerang dapat cepat tanggap dalam menghadapi kondisi banjir yang sedang terjadi, mengingat kondisi di lapangan cukup besar kebutuhannya. “Siapkan bantuan-bantuan yang bisa segera dikirim ke lokasi banjir,” katanya kepada awak media usai rapat.

Arief mengungkapkan, saat ini Pemkot Tangerang telah mengambil langkah antisipasi di lokasi rawan banjir, salah satunya pengoperasian rumah-rumah pompa dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang nantinya akan membantu proses evakuasi warga. “Selain itu ada juga petugas kebersihan yang bisa membantu membersihkan sampah di titik banjir,” ungkap Walikota Tangerang dua periode ini.

Arief meminta jajaran Pemkot Tangerang membuat dapur-dapur umum di lokasi terdampak banjir, mengingat kebutuhan logistik menjadi prioritas dalam kondisi bencana saat ini. “Usahakan stoknya cukup dulu untuk dua hari ke depan, selain itu perlu posko-posko kesehatan, tentunya akan dibantu juga oleh TNI dan Polri,” tutur Presiden Direktur PT Sari Asih Group itu.

Selain itu, Arief mengimbau agar camat dan lurah dapat menginformasikan data yang akurat tentang kondisi terkini banjir yang terjadi di wilayah Kota Tangerang. “Perlu data yang tepat supaya bisa segera diatasi kebutuhannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang Irman Pujahendra mengungkapkan, untuk penanganan banjir Pemkot Tangerang telah melakukan upaya-upaya mengerakkan berbagai pihak terkait. Mulai dari mendirikan 14 posko banjir dan 14 dapur umum, membuat 22 posko kesehatan dan menyiagakan 176 orang. “Kami juga menerjunkan 16 perahu ke lokasi banjir serta terus mengupdate titik banjir dan warga yang terdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan mendesak yang diperlukan korban terdampak banjir diantaranya, perahu karet, makanan, minuman, selimut, air bersih, pempers dan berbagai kebutuhan lainnya.  (one/asp)