Walikota Beri Catatan Retribusi Rendah

0
539 views

SERANG – Pemkot Serang sedang berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Penyebabnya, selama 2019 capaian retribusi parkir hanya 32 persen.

Walikota Serang Syafrudin memaparkan, retribusi parkir yang ditargetkan Rp1,3 miliar di 2019 hanya tercapai 32 persen. Capaian ini menjadi paling rendah bersama Disperidagkom UMKM dengan capaian 58 persen dan Dinas Lingkuhan Hidup 62 persen. “Retribusi parkir di Dishub menjadi yang terendah. Perlu ada kajian, ini di bawah 50 persen,” ujarnya seusai rapat evaluasi APBD 2019 bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (21/1).

Kata dia, sebagai ibukota provinsi Banten, Dishub dituntut melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan pendapatannya. Inovasi yang dimaksud berdasarkan kajian. “Ini jadi catatan kami. Ke depan perlu ditingkatkan lagi,” terangnya.

Kendati pun demikian, secara umum raihan PAD Kota Serang yang dikeloka Dinas Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (DPKAD) melebih target. Dari target Rp134 miliar meningkat menjadi Rp140 miliar.  “Jadi peningkatannya, 108 persen,” katanya.

Walikota juga mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan serapan APBD 2019 mencapai 92,42 persen. Ada lima OPD yang serapannya paling tinggi yakni Inspektorat, Dinas Perpustakaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM. “Serapan kelima OPD di atas 96 persen,” terangnya.

Sementara itu, BKPSDM dan Sekretariat Daerah dengan serapan anggaran terendah. BKPSDM hanya menyerap 80 persen karena anggaran untuk rekrutmen calon ASN  tidak digunakan dan akhirnya menjadi sisa anggaran (silpa). Sedangkan Sekretariat Daerah serapan anggaran hanya 87 persen, penyebabnya ada rotasi dan mutasi sehingga terjadi pengurangan pegawai dari 70 menjadi 46 orang. “Pelaksanaan rekrutmen calon ASN  itu pertengahan 2020. Jadinya silpa,” katanya.

Mantan camat Serang itu berharap, pelaksanaan APBD 2020 tidak lagi mengalami keterlambatan dalam serapan anggaran. Namun, untuk pelaksanaan pengerjaan fisik seperti jalan tidak dikerjakan di awal tahun agar bangunan tidak terkena air hujan. “Kalau dilaksanakan di awal terutama fisik karena musim hujan dikhawatirkan bangunan cepat rusak,” terangnya. “Kalau dilihat 2019 tidak ada gagal lelang. Hanya mengalami keterlambatan,” sambungnya.

Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dipimpin Walikota Serang, di triwulan 2020 fokus melanjutkan program unggulan. “Difokuskan melanjutkan program unggulan misalnya pembangunan alun-alun kecamatan, pembangunan masjid agung, penataan PKL dan penanganan kemacetan,” pungkasnya. (fdr/alt/ags)