Walikota dan Sejumlah Pejabat Cilegon Ditahan KPK, HMI Bersyukur

0
96

CILEGON – Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon Abdul Wafa mengucapkan terimakasih kepada KPK yang telah melakukan penangkapan kepada walikota Cilegon dan sejumlah pejabat dinas serta Jajaran Direksi PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Kata dia dengan tertangkapnya sejumlah orang tersebut semoga dapat melumpuhkan bahkan membunuh praktik tindak pidana korupsi yang ada di Kota Cilegon.

“Kami ucapkan terimakasih kepada KPK yang sudah menangkap pimpinan daerah, pejabat dinas dan direksi KIEC yang telah melakukan korupsi dengan jumlah yang fantastis,” kata Ketua Bidang PTKP Abdul Wafa Minggu (23/9) saat dihubungi melalui telepon selular.

Dijelaskan Wafa, selain pimpinan dan pejabat, HMI juga berharap KPK melakukan penangkapan kepada kepala-kepala Dinas yang lainnya yang dianggap masih terkait dengan persoalan Izin transmart atau korupsi lainnya. Ia menduga beberapa pejabat lainnya juga terindikasi ikut berperan dalam persolan korupsi yang selama ini terjadi.

“KPK juga harus melakukan penelusuran dan pengembangan kasus yang sudah ada. Kami meyakini masih banyak pihak yang ikut andil dalam kasus korupsi di Kota Cilegon,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Cilegon Luthfi Mubarok mengaku perihatin dengan kondisi korupsi yang terjadi di Kota Cilegon. Ia menyebut Kasus korupsi yang menyeret kepala daerah dan pejabat di Kota Cilegon ini tidak mencerminkan jargon kota ribuan santri yang terkenal religius.

“Kasus ini sudah mencoreng nama baik Kota Cilegon yang religius dan kota Santri. Kami merasa prihain dengan hal yang terjadi,” jelasnya.

Tb Iman Ariyadi kini telah ditahan di Rutan KPK. Walikota Cilegon ini diduga menerima suap Rp1,152 miliar agar memuluskan izin Amdal pembangunan mall Transmart. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)