Walikota Ditetapkan Jadi Tersangka, DPRD Cilegon Fraksi Nasdem Prihatin

0
86

CILEGON – Anggota Komisi I DPRD Cilegon dari Fraksi Nasdem Erick Rebiin mengaku prihatin atas telah ditetapkannya Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi sebagai tersangka penerima suap.

Jumat 22 September kemarin malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Cilegon. Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan sejumlah ruang kerja PT KIEC disegel.

“Iya saya merasa perihatin, dan menyayangkan hal ini. Barusan saya juga melihat penetapan tersangkanya di stasiun televisi,” ujar Erick Rebiin saat dihubungi Radar Banten Online melalui telepon selular, Sabtu (23/9).

Ia berharap penetapan tersangka kepada Kepala Daerah di Cilegon ini tidak akan mempengaruhi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di Cilegon. “Harapan kita tidak akan merusak dan menghambat pogram pro rakyat dan pembangunan di Kota Cilegon,” katanya.

Ia mengaku akan melakukan langkah dengan melapokan terkait penetapan tersangka Walikota Cilegon ini kepada DPW Partai Nasdem. “Kita akan buat laporan dan kita laporkan bahwa Walikota Cilegon yang dulu juga diusung oleh Partai Nasdem kini telah menjadi tersangka keterkaitan OTT KPK,” tuturnya.

Dari 10 orang yang diamankan oleh KPK, enam orang diantaranya telah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Keenamnya adalah Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira dan Hendry. Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo dan Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Dony Sugihmukti, serta Manager PT KIEC Eka Wandoro. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)