Walikota Edi Minta Pembangunan JLU Dimulai

CILEGON – Guna mempercepat pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara (JLU), Walikota Cilegon Edi Ariadi memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk tetap memulai pengerjaan fisik meski pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai.

Edi menuturkan, persoalan pembebasan lahan menjadi salah satu penyebab utama molornya pengerjaan fisik JLU. Sampai saat ini, beberapa bidang lahan belum tuntas dibebaskan oleh pemerintah daerah.

Agar tidak mengganggu target yang telah ditetapkan, Edi menginginkan pekerjaan fisik segera dimulai di lahan-lahan yang telah dibebaskan. “Prinsipnya seperti yang di KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten), jadi yang belum bebas biarkan saja, pembangunan tetap jalan,” tutur Edi, Kamis (22/8).

Dengan seperti itu, lahan yang belum berhasil dibebaskan tidak memengaruhi proses pembangunan. “Daripada kita yang terhambat, itu kan RPJMD, mendingan kita mulai saja sambil berjalan membebaskan sisa lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Ridwan menuturkan, dari 828 bidang tanah, yang selesai dibebaskan sebanyak 520 bidang. Sisanya masih dalam proses. “Sekarang untuk sisa lahan masih tahap appraisal lahan tahap kedua,” ujarnya.

Anggaran untuk membebaskan sisa lahan sebesar Rp30 miliar. Ridwan berharap, anggaran itu bisa cepat terserap dan persoalan pembebasan lahan bisa tuntas. Selain pembebasan lahan, pihaknya akan memulai pengerjaan fisik berupa pematangan lahan sepanjang 1,8 kilometer.

Pematangan lahan akan dimulai dari Gerem, Grogol, dan Purwakarta. Biaya yang akan digunakan untuk pematangan lahan tersebut sebesar Rp27 miliar yang berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Banten. “Kita fokus pada pengerjaan itu dahulu tahun ini, selanjutnya akan dilanjutkan di 2020 mendatang,” tuturnya. (bam/ibm/ira)