Walikota Jaman Janjikan Dana Insentif Guru Madrasah

0
88
Walikota Serang Tb Haerul Jaman.

SERANG – Mayoritas guru madrasah di Kota Serang memiliki honor rendah. Apabila tak menyalahi aturan, Walikota Serang Tb Haerul Jaman akan mengalokasikan anggaran untuk dana insentif bagi para guru madrasah sesuai dengan kemampuan keuangan Kota Serang.

Ketua DPW Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Banten Masyhudi mengungkapkan, ada 39 ribu lebih guru madrasah se-Banten. “Masih banyak yang belum tersertifikasi,” ungkap Masyhudi usai pelantikan dan rapat kerja DPD PGMI Kota Serang di PSBB MAN 2 Kota Serang, Selasa (17/4).

Kata dia, dari delapan kabupaten kota di Banten, saat ini baru tiga daerah yang memberikan dana insentif bagi guru madrasah yakni Kota Tangerang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan. Sedangkan selebihnya akan diupayakan, termasuk Kota Serang.

Padahal, keberadaan guru madrasah memiliki kontribusi yang besar bagi masyarakat. “Banyak tempat di Kota Serang yang guru madrasahnya belum mendapatkan haknya,” tandas Masyhudi.

Menurutnya, dana insentif dari pemerintah daerah itu adalah hak para guru madrasah. Apalagi, guru madrasah itu merupakan garda terdepan dalam pendidikan keagamaan. Apalagi, mereka biasanya adalah tokoh-tokoh masyarakat yang tentunya memiliki kontribusi dalam pembangunan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang Mahmudi mengungkapkan, masih ada 1.498 guru madrasah di Kota Serang yang masih membutuhkan perhatian dari Pemkot Serang. Sedangkan, 4.852 guru madrasah lainnya sudah mendapatkan perhatian dari Walikota Serang sejak beberapa tahun yang lalu.

Ia mengungkapkan, 1.498 guru yang belum mendapatkan dana insentif itu terdiri dari guru ASN 221 orang dan 1.277 guru non ASN. “Dari jumlah itu, 212 guru ASN yang bersertifikasi,” ujarnya.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengaku akan melihat regulasi terlebih dahulu terkait pengalokasian dana insentif. “Ketika memungkinkan, ya kami coba gulirkan. Besarannya sesui kemampuan keuangan daerah,” ujarnya. Begitu juga dengan jumlah guru yang akan mendapatkan dana insentif. Ia mengaku akan mengalokasikan dana itu secara bertahap mulai tahun depan.

Jaman berharap, dana insentif menjadi penyemangat. Apalagi, guru-guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Serang sudah mendapatkan dana itu dari Pemkot sejak beberapa tahun lalu.

Kata dia, rencana pengalokasian dana insentif itu dilakukan karena para guru madrasah ini memiliki semangat yang tinggi. “Kenapa tidak kami berikan reward sebagai penyemangat. Walaupun dana itu belum tentu memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.

Padahal, politikus Golkar ini menuturkan para guru madrasah itu adalah bagian dalam mengisi percepatan pembangunan di Kota Serang. Sedangkan, honor mereka hanya sekira Rp200 ribu sampai Rp700 ribu per bulan. “Makanya, berapapun nanti yang kami alokasikan yang penting ada saja dulu,” terang Jaman.

Namun, ia akan meminta data konkrit terkait jumlah guru madrasah yang tidak termasuk FKDT. “Supaya tidak ada tumpang tindih,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Serang Namin juga mengaku akan mendorong anggaran untuk dana insentif bagi guru madrasah. “Prinsip anggaran kami akan semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tuturnya.

Kata dia, APBD Kota Serang tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur tapi juga pembangunan non fisik yakni pendidikan untuk anak-anak Kota Serang. (Rostinah/RBG)