Walikota Jaman: Terus Benahi Kota Serang

Walikota Serang Tb Haerul Jaman (tengah) didampingi Wakil Walikota Sulhi dan Sekda Tb Urip Henus tiba di gedung DPRD Kota Serang menghadiri paripurna istimewa HUT Kota Serang, Rabu (10/8).

SERANG – Pada hari jadi Kota Serang yang kesembilan tahun, Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengaku masih akan terus membenahi wajah ibukota Provinsi Banten. Jaman mengakui bahwa Kota Serang masih banyak yang belum berhasil mulai dari penyelesaian masalah kemacetan, genangan air di beberapa titik saat hujan, pengembangan usaha kecil menengah, penyediaan ruang publik, dan penataan tempat kumuh, hingga masih ada masyarakat miskin. “Semua itu terus diupayakan penyelesaiannya,” ujar Jaman usai menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kota Serang dengan agenda peringatan hari jadi kesembilan Kota Serang.

Kata dia, program pembenahan Kota Serang dari tahun ke tahun terus bergulir dan diprioritaskan. Bahkan, progresnya pun ada. Pihaknya terus berupaya menggali potensi PAD yang ada untuk meningkatkan APBD. Pendapatan dari tahun ke tahun terus ada peningkatan, bahkan melonjak. Untuk menggali potensi yang ada, dibutuhkan partisipasi masyarakat. “Dari tahun ke tahun nilai investasi juga meningkat. Penggalian potensi yang ada di kota selain sumber daya alam, kami juga prioritaskan wisata. Walaupun kota kecil, kami terus kuatkan pariwisata. Saat ini, kami sedang dalam proses penataan Banten Lama agar menjadi pusat wisata religi,” tuturnya.

Asda I Pemprov Banten Anwar Mas’ud yang hadir pada paripurna istimewa mengatakan, Kota Serang tumbuh dan mengalami berbagai perkembangan dan kemajuan. Bahkan, telah memperoleh sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat. Meski demikian, Kota Serang dengan potensi yang dimilikinya harus terus memacu diri sebab tantangan otonomi daerah siap mengadang kapan pun. “Memicu untuk membuat solusi dari semua persoalan seperti pengangguran, penyediaan sarana prasarana pendidikan, kesehatan, peningkatan pelayanan, solusi untuk ancaman penyebaran obat terlarang. Itu perlu perhatian semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Embay Mulya Syarief mengatakan, pada usia sembilan tahun ini, Kota Serang diharapkan dapat terus bekembang dan semakin maju sehingga menjadi daerah otonom yang unggul. Apalagi, jika diperhatikan APBD Kota Serang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan secara kuantitas sehingga terlihat semakin mandiri. Namun, jika dilihat secara kualitas besaran APBD itu ternyata masih bergantung pada dana pemerintah pusat dan bantuan provinsi, sedangkan dari PAD masih minim dan terkesan lambat menggali potensinya. “Jelas kondisi itu harus dapat perhatian dari semua pihak agar jangan sampai Kota Serang dikatakan mengalami stagnansi dan pada akhirnya dikatakan lemah,” ujarnya.

Menurut Embay, potensi PAD harus lebih digali lagi. Sebab, Kota Serang mempunyai potensi PAD yang cukup banyak seperti di sektor pariwisata. Pemkot juga seharusnya banyak melakukan pembenahan. Misalnya, permasalahan lalu lintas yang harus segera disiapkan jalan alternatif sehingga kemacetan tidak terlalu parah. Infrastruktur juga harus ditingkatkan karena dari dulu belum ada pelebaran jalan protokol mulai dari alun-alun sampai ke pintu tol Serang Timur.

Sementara itu, kemarin rapat paripurna istimewa HUT Kota Serang kesembilan diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan di Kota Serang sehingga mereka menilai Kota Serang belum layak disebut sebagai Ibukota Provinsi Banten.

Koordinator aksi Gustian Irwansyah mengatakan, Kota Serang seharusnya menjadi ikon Provinsi Banten dan menjadi patokan bagi kabupaten kota lain. “Tapi, sekarang Kota Serang justru baru formalitas menjadi ibukota Provinsi Banten. Menurut kami, Kota Serang belum layak disebut ibu kota Provinsi Banten, masih banyak permasalahan mulai dari rumah tidak layak huni (RTLH-red), masalah infrastruktur yang belum memadai, banjir, dan permasalahan lainnya,” tandas Gustian.

Kata dia, berdasarkan survei yang dilakukan Hamas, hampir di semua kecamatan di Kota Serang masih ditemukan permasalahan RTLH. Selain itu, di sektor pendidikan masih ada gedung sekolah yang tidak layak, sedangkan program pendidikan gratis hanya dirasakan sebagian masyarakat saja.

Tak hanya itu, permasalahan sampah, lalu lintas yang semrawut, hingga genangan air masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Serang untuk segera dibenahi. “Ini bentuk ketidakseriusan Pemkot Serang mengelola Kota Serang. Kami ingin Kota Serang yang benar-benar madani. Jangan seperti sekarang, baru sebatas semboyan dan belum terealisasi,” tandas Gustian. (Rostina/Radar Banten)