Walikota, Kapolres, dan Dandim Cilegon Ikut Awasi Pendatang

0
709 views
Walikota Cilegon Edi Ariadi, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, dan Dandim Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait mengawasi kendaraan di pintu Tol Cilegon Barat dan pintu Tol Merak, Senin (13/4).



CILEGON – Pemkot Cilegon bersama Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon memperketat akses masuk ke Kota Cilegon.

Pengetatan akses masuk itu tindak lanjut Pembatasan Sosial Bersekala  Besar (PSBB) yang telah diterapkan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pantauan Radar Banten, Senin (13/4), akses masuk Kota Cilegon melalui tiga pintu tol yaitu Tol Cilegon Timur, Tol Cilegon Barat, dan Tol Merak diawasi. Suhu tubuh pengendara dan penumpang di dalam kendaraan yang masuk Cilegon, dicek menggunakan thermo scanner. Kemudian diperingatkan untuk menggunakan masker.

Walikota Cilegon Edi Ariadi, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, dan Dandim Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait langsung turun tangan mengawasi hal tersebut.

“Hari ini sampel, besok akan kita evaluasi,” ujar Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menjelaskan, pengimbangan PSBB itu merupakan langkah antisipasi dengan cara mendeteksi warga dari luar daerah yang datang ke Kota Cilegon.

“Karena kita lihat dari indikatro PDP yang meninggal dunia cukup siginifikan yang notabene tadinya tidak terdaftar di PDP,” ujar Yudhis.

Kata Yudhis, untuk sementara ini pengawasan dilakukan di tiga pintu tol yang menajadi akses utama masuk dari tiga daerah yang telah memberlakukan PSBB di Provinsi Banten.

Kata Yudhis, bagi pengendara yang memiliki suhu tubuh tinggi akan langsung dikoordinasikan dengan petugas Dinkes Kota Cilegon untuk dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

“Untuk pola pemeriksaan yang menjadi prioritas plat luar dan plat yang mencurigakan,” ujarnya.

Dandim Cilegon Letkol Arm. Rico Ricardo Sirait menambahkan, selain langkah antisipasi pengimbangan PSBB, kegiatan ini sebagai salah satu persiapan Cilegon jika harus menerapkan PSBB.

“Yang menjadi perhatian adalah aturan dalam berkendara, meski belum ada hukuman, tapi upaya pengawasan tetap dilakukan,” ujar Rico.

Ia berharap di Kota Cilegon tidak perlu memberlakukan PSBB. Karena itu ia mengimbau semua masyarakat untuk menggunakan masker sehingga bisa menjaga kesehatan dan kebersihan di Kota Cilegon. (Bayu Mulyana)