Walikota Rapat Sambil Berjemur

0
685 views
Sejumlah pejabat dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon mengikuti rapat sambil berjemur di halaman Pemkot Cilegon dengan tetap menjaga jarak, Senin (6/4). Rapat di luar ruangan itu sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Bahas Penyebaran Covid-19 di Pasar

CILEGON – Ada hal yang berbeda di area Pemkot Cilegon pada Senin (6/4) pukul 08.30 WIB. Walikota Cilegon Edi Ariadi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat menggelar rapat di halaman kantor sambil berjemur hingga pukul 10.00 WIB.

Hal itu sebelumnya belum pernah terlihat di kantor Pemkot Cilegon. Biasanya rapat digelar di ruang rapat Walikota atau di aula Setda Kota Cilegon. Tak hanya rapat di ruang terbuka, jarak antar peserta rapat pun berjauhan, sekira satu meter.

Walikota Cilegon Edi Ariadi saat memimpin rapat.

Walikota Cilegon Edi Ariadi beserta Forkopimda dan sejumlah pejabat membahas langkah kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 di pasar-pasar yang ada di Kota Cilegon. Rapat membahas upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar-pasar digelar di luar ruangan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menerapkan physical distancing.

Terkait pembahasan dalam rapat, Edi menjelaskan, Pemkot akan terus melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon. Salah satunya dengan mengatur tata cara jual beli yang berlangsung di pasar. “Selama masa Covid-19 kita harus mengubah proses jual beli di pasar, di antaranya agar dalam transaksi jual beli tidak berkontak secara langsung antara penjual dan pembeli,” ujar Edi.

Edi menjelaskan, dalam rapat juga disepakati meminimalkan kontak dilakukan dengan tidak melakukan pembayaran secara langsung, melainkan keranjang kecil. “Kepada para pedagang pasar untuk pembayarannya bisa menggunakan keranjang kecil agar tidak ada kontak secara langsung antara penjual dan pembeli demi mencegah penularan virus corona di Cilegon,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Edi, Pemkot Cilegon akan menyediakan wastafel portabel di pintu masuk pasar dan area terbuka. Ia meminta kepada para pedagang di pasar untuk menaati hal-hal yang sudah diperintahkan Pemerintah Kota Cilegon. Ia melanjutkan, pemerintah telah memberikan edaran-edaran terkait pasar, di antaranya mengatur tentang jam buka pasar.

“Juga minimarket kita berikan edarannya, saya minta kepada pelaku jual beli untuk menaati edaran tersebut dan disiplin agar upaya kita untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kota yang kita cintai ini berhasil,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, selain meminimalkan kontak fisik, para pedagang diimbau untuk menggunakan sarung tangan dan masker saat melakukan transaksi jual beli di pasar.  “Tidak perlu pakai masker yang saat ini langka dan mahal itu, itu kan masker untuk tenaga medis, masker kain pun tidak apa-apa,” ujar Abadiah.

Menurutnya, sejak Walikota Cilegon Edi Ariadi mengeluarkan surat edaran tentang pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pencegahan di pasar, salah satunya dengan mengimbau kepada para pedagang untuk meningkatkan kehati-hatian dan meminimalkan kontak fisik. “Selama ini kita melakukan pemantauan. Dengan adanya arahan baru dari Pak Walikota, kita akan semakin meningkatkan pemantauan,” ujarnya. (bam/alt/ags)