Walikota Serang Kumpulkan 350 Ulama

Walikota Serang Syafrudin memberi sambutan pada buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Bhayangkara, Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (25/5).

SERANG-Usai perhelatan Pemilu 2019 selesai, Walikota Serang Syafrudin mengumpulkan ulama se-Kota Serang di kediamannya di Jalan Bhayangkara, Cipocokjaya, Sabtu (25/5). Orang nomor satu di Pemkot Serang itu mengajak ulama menjadi peneduh bagi masyarakat.

Sekurang-kurangnya ada 350 ulama hadir se-Kota Serang. Mereka datang dari enam kecamatan se-Kota Serang. Masing-masing perwakilan kecamatan berjumlah 50 sampai 60 ulama dari berbagai pondok pesantren. “Kami sengaja undang untuk buka puasa bersama. Ada 350 orang yang semuanya kiai dan ustad,” kata Walikota Serang Syafrudin seusai acara.

Menurutnya, acara bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara kiai dan ustad. Sekaligus mempersatukan kembali seluruh elemen masyarakat pasca pemilu yang dihelat pada 17 Arpil 2019. “Bagian sosialisasi pasca pemilu kemarin kepada masyarakat, alhamdulillah Kota Serang dalam keadaan kondusif dan tidak ada hal-hal yang kita tidak inginkan,” kata pria yang mengawali karirnya sebagai birokrat.

Ia bersyukur, karena pada aksi 22 Mei 2019 lalu ulama-ulama di Kota Serang memilih tidak berangkat mengikuti aksi di Jakarta. “Alhamdilillah Kota Serang dalam keadaan aman dan damai. Acara ini hadir semua dari 01 dan 02, dan tidak ada lagi bendera kelompok ini atau itu di sini,” katanya.

Pria kelahiran Serang, 9 Januari 1963 ini berpesan kepada masyarakat agar menjelang Hari Raya Idul Fitri terus meningkatkan ibadah. Kemudian, para kiai dan ustad yang ada tetap menjaga teladan dalam memberikan suasana yang sejuk dan situasi yang kondusif.

“Mudah-mudahan Kota Serang tetap kondusif, dan hari ini (kemarin-red) menjadi hari berbagi kasih,” ujarnya.

Acara yang bersamaan dengan momentum buka bersama puasa Ramadan itu, juga diselingi ceramah yang diisi oleh KH As’ari. Pada kesempata itu, KH As’ari mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbanyak amal ibadah.

Selain KH As’ari, turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten KH Mahmudi, Ketua LPTQ Provinsi Banten Prof Dr Sibly Sarjaya, pimpinan ponpes modern Al Islam KH Enting Abdul Karim, dan sejumlah ulama lain. KH Enting Abdul Karim mengatakan, acara buka bersama yang digelar Walikota Serang tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019. “Undangan bukber di Pak Wali kemarin enggak ada kaitan sama sekali dengan politik pilpres,” katanya.

Walikota murni berbuka bersama dengan masyarakatnya. Karenanya, lanjut Enting, acara bukber Ramadan harus terus diagendakan secara rutin sebagai bentuk kehadiran pemimpin kepada masyarakat dan ulama. “Harus (rutin) itu bagian dari program pemerintah hadir di masyarakat,” katanya. (Ken Supriyono)