Tb Haerul Jaman

SERANG – Soal razia rumah yang dilakukan Satpol PP Kota Serang, Walikota Serang Tb Haerul Jaman menyatakan, Satpol PP Kota Serang telah salah menafsirkan Peraturan Daerah Kota Serang nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat.

“Saya kira petugas Satpol PP Kota Serang salah menafsirkan Perda No 2 Tahun 2010. Semestinya ada toleransi pada saat proses pengangkutan barang-barang milik pedagang warung makan tersebut,” ujar Jaman di Masjid Agung At Tsauroh, Minggu (12/6) sore.

Jaman menjelaskan, tindakan Satpol PP juga menyalahi prosedur. Menutup rumah makan yang buka pada siang hari di bulan Ramadan betul, tapi ada sedikit kesalahan prosedur. Jadi pada bulan Ramadan ini harus mengedepankan rasa toleransi yang tinggi. Jangan sampai ada pengangkutan barang makanan milik warung makan.

“Saya tidak sepakat sebenarnya jika ada pengangkutan makanan saat petugas merazia warung makan yang buka pada pagi hari. Sebab hal itu merugikan pemilik warung. Jadi sebaiknya petugas Satpol PP cukup menutup warungnya saja. Jangan sampai ada pengangkutan makanan. Itu harus dilakukan supaya tidak ada pihak yang dirugikan saat proses razia yang dilakukan Satpol PP,” tuturnya.

Jaman menambahkan, memang ada pelarangan warung makan yang buka pada pagi dan siang hari. “Dalam instruksi kami pun tidak ada pengangkutan barang agar tidak ada yang dirugikan. Jangan ada tindakan semena-mena begitu,” tambahnya.

Satpol PP Kota Serang pada Rabu (8/6) merazia rumah makan yang buka siang hari di bulan Ramadan. Saat razia, petugas mengangkut makanan, salah satunya di warung milik Saeni di Cikepuh, Kota Serang. (Ade F)