Walikota Serang Soroti TPS Liar

0
691 views
Walikota Serang Syafrudin saat memberikan arahan kepada Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto di ruang kerja Walikota Serang, kemarin.

Kepala DLH Kota Serang Dipanggil

SERANG – Tak kurang dari 120 tempat pembuangan sampah (TPS) liar tersebar di wilayah padat penduduk di Kota Serang. Keberadaan ratusan TPS liar ini mendapat sorotan Walikota Serang Syafrudin.

Untuk mengatasi persoalan itu, kemarin (8/6), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto dipanggil oleh Syafrudin ke ruang kerjanya.

Berdasarkan catatan DLH Kota Serang, ada sekira 120 TPS liar yang kerap dikeluhkan oleh warga. Dari 120 TPS liar, sebanyak 78 TPS berada di area jalan protokol dan jalur padat permukiman, seperti di Kecamatan Serang dan Cipocokjaya. Sisanya di daerah pinggiran perkotaan, yang berada di Kecamatan Serang, Cipocokjaya dan Kasemen.

Syafrudin mengaku sering menerima keluhan warga terkait dengan keberadaan TPS liar itu. “Saya sering dapat keluhan warga soal sampah. Karena banyak penumpukan,” ujarnya saat bertemu dengan Ipiyanto.

Syafrudin mengatakan, keberadaan TPS seharusnya menjadi program jangka pendek yang harus diselesaikan oleh DLH. Dia meminta DLH secepatnya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kalau memang perlu koordinasi silahkan koordinasikan dengan OPD lain. Saya ingin persoalan sampah ini selesai dalam waktu dekat,” terangnya.

Kata Syafrudin, dirinya bukan tidak memprioritaskan program lain di DLH. Tapi, keberadaan TPS liar harus segera diselesaikan. Ia beralasan, kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten menjadi percontohan dalam berbagai sektor pembangunan. “Jangan sampai, ketika orang datang ke kota Serang. Masih melihat penumpukan sampah liar. Apalagi, kalau sampahnya seringkali ditemukan di jalur aktif atau protokol,” katanya.

“Saya juga meminta petugas yang berkeliling mengangkut sampah mendapatkan arahan dari DLH, bagaimana caranya agar proses pengangkutan sampah berjalan sesuai kebutuhan,” sambung Syafrudin.

Selain itu, Syafrudin meminta agar warga ikut terlibat aktif menjaga lingkungan tetap bersih. Menurutnya, keberadaan TPS liar juga dipengaruhi kurang pedulinya warga. “Sebanyak apapun petugas kita di lapangan, kalau kepedulian warganya kurang, saya yakin sampah akan tetap banyak,” katanya.

Sementara Kepala DLH Kota Serang, Ipiyanto mengatakan, pihaknya terus berupaya membersihkan sampah yang berada di TPS liar. Keterlibatan warga dalam memutus kebiasaan tidak baik tersebut penting dilakukan. “Kami pernah menempatkan petugas di lokasi sampah untuk mendokumentasikan pelaku pembuang sampah sembarang. Tapi, saya mempertimbangkan keamanan petugas,” terangnya.

Kata dia, petugas DLH harus membersihkan TPS liar tiga kali dalam sehari. DLH menurunkan 30 armada untuk tiga wilayah, Kecamatan Serang, Cipocokjaya dan Kasemen. “Ke depan, kita tetap teknis pengangkutan sampah agar persoalan sampah bisa terselesaikan,” terangnya.

Ipiyanto juga meminta pihak Kecamatan dan Kelurahan menyediakan lahan untuk menampung sampah sementara. “Kami tetap berupaya memaksimalkan armada yang ada. Ke depan, saya berkeinginan kecamatan dan kelurahan menyediakan lahan yang diperuntukan untuk pembuangan sampah sementara,” katanya.

“Ada beberapa lokasi sampah yang seringkali terlihat seperti di wilayah kelurahan Unyur (di kebaharan dan unyur-red) arah ke Banten Lama, disana seringkali banyak tumpukan sampah,” pungkasnya. (fdr/nda)