Walikota Tangerang Larang Pemudik Balik Lagi

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah meninjau check point pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Kota Tangerang, Rabu (27/5).

TANGERANG-Walikota Tangerang Arief R Wismansyah meminta kepada pemudik untuk tidak kembali ke Kota Tangerang selama masa pandemi Covid-19. Soalnya, dikhawatirkan mereka  berpotensi membawa virus corona dari kampung. Selain itu, kondisi perekonomian juga masih belum stabil.

“Selama pandemi Covid-19 banyak terjadi PHK yang dilakukan perusahaan di Kota Tangerang.Perusahaan banyak yang gulung tikar. Makanya saya imbau yang sudah pulang kampung untuk tidak kembali ke Kota Tangerang. Terutama, bagi masyarakat yang tidak punya keahlian khusus,” ujar Arief saat ditemui di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (27/5).

 Arief menambahkan, banyak juga pabrik yang hengkang ke wilayah Jawa Tengah, lantaran biaya operasional yang lebih murah.

“Kita akan fokus dulu untuk pengembangan di dalam kota dengan potensi SDM yang ada di Kota Tangerang,” paparnya seraya memohon pengertian.

 Tak hanya warga dari luar Tangerang yang tidak boleh masuk ke Kota Tangerang. Warga dari Tangsel dan Kabupaten Tangerang juga diminta untuk tidak masuk ke Kota Tangerang dulu.

“Penyekatan ini, untuk menghentikan penyebaran virus corona ke Kota Tangerang. Maka itu, kami meminta warga dari luar Kota Tangerang untuk tidak masuk dulu ke Kota Tangerang. Kalaupun memang ada sesuatu yang mendesak, mereka harus melakukan karantina selama 14 hari,” ungkapnya.

 Ponidin, salah seorang asisten rumah tangga asal Purbalingga yang sebelumnya bekerja di Kota Tangerang mengaku belum mengetahui adanya larangan dari Pemkot Tangerang. Setelah diinformasikan, Ponidin mengaku akan berpikir ulang untuk kembali ke Tangerang.

 “Terima kasih Mas atas infonya. Saya tunda sajalah, rencana  kembali bekerja di Tangerang. Bisa repot Saya, kalau disuruh balik ke Purbalingga lagi,” pungkasnya. (asp/rbnn)