Walikota Tangerang Minta Rp2 Triliun ke Ahok, Buat Apa?

Banten
Gubernur Banten, Rano Karno (kiri) yang juga menjabat sebagai Kepala BKSP Jabodetabekjur saat berbincang bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jumat (26/2/2016). (Foto: Bayu)

JAKARTA – Sembilan kota/kabupaten di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Bodetabekjur) mengusulkan bantuan keuangan ke Pemerintah DKI Jakarta. Ditotalkan, dari sembilan kota/kabupaten tersebut mengusulkan bantuan sebesar Rp4,842 triliun.

Dari sembilan kota/kabupaten yang mengusulkan bantuan keuangan, tertinggi adalah Kota Tangerang. Kota yang dipimpin oleh ‎Arief R. Wismansyah‎ tersebut mengusulkan bantuan keuangan sebesar Rp2,589 triliun.

Delapan daerah lain yang mengusulkan bantuan keuangan kepada DKI Jakarta yaitu; Kabupaten Bogor sebesar Rp72,669 miliar, Kota Bogor sebesar Rp24,015 miliar, Kota Depok Rp12,550 miliar, Kabupaten Bekasi Rp5,545 miliar, Kota Bekasi Rp103,288 miliar, Kabupaten Cianjur Rp5 miliar, Kabupaten Tangerang Rp87,689 miliar, dan terakhir Kota Tangerang Selatan Rp1,942 triliun.

Ketua Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, Rano Karno mengatakan, usulan yang mencapai setengah dari APBD Banten tersebut masih akan diverifikasi terlebih dahulu oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Ini kan masih usulan, diverifikasi dulu oleh DKI. Sebetulnya program ini rutin setiap tahun, cuma biasanya langsung ke daerah tanpa melalui BKSP terlebih dahulu,” kata Rano Karno saat ditemui setelah penyerahan berkas usulan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke kota/kabupaten di wilayah Bodetabekjur Tahun Anggaran 2017 di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/2/2016) sore.

Bantuan keuangan tersebut diperuntukkan untuk pembangunan di daerah yang berada di sekitar DKI Jakarta. “Masyarakat DKI juga banyak yang tinggal di daerah sekitar tersebut, sebetulnya ini bentuk tanggung jawab DKI dan ada menguntungkannya untuk DKI j‎uga, misalnya kepadatan transportasi bisa lebih berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BKSP Jabodetabekjur, Didi Sunardi mengatakan, agar bantuan keuangan tersebut bisa terserap maksimal, BKSP memfasilitasi jauh hari dari tahun anggaran penggunaan. “Sebelum-sebelumnya, ‎ada daerah yang dikasih Rp700 miliar tapi terserapnya cuma Rp7 miliar, karena itu, kita fasilitasi jauh-jauh hari agar bisa terserap semuanya, dan efektif,” ujarnya.

Bantuan tersebut, lanjut Didi untuk pembangunan yang berkaitan dengan problem DKI, seperti persoalan banjir, transportasi, dan sampah. (Bayu)