Walikota Tangsel Jadi Narasumber di Asean Dengue Day Ke-6

Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

Ciputat – Sepuluh negara Anggota ASEAN memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) setiap 15 Juni. Memasuki puncak penularan Demam Berdarah Dengue (DBD), tema tahun ini adalah ‘Bergerak Bersama Cegah DBD Melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik’.

IMG_20160615_154823

Pada perhelatan yang berlangsung di Grand Sahid Hotel Jakarta ini, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany yang juga merupakan salah seorang narasumber, membeberkan keberhasilan gerakan satu rumah satu Jumantik.

“Jumantik merupakan singkatan dari Juru Pemantau Jentik di mana Kota Tangsel telah berhasil menekan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di bawah rata-rata nasional. Sekaligus menjadi percontohan di tiga tempat, yaitu ; Pamulang Timur di Villa Inti Persada, di RW 10 kelurahan Pondok Benda dan di RW 24 kelurahan Benda Baru,” paparnya.

Keberhasilan ini, lanjut dia, tidak terlepas dari peran anggota Posyandu dan Posbindu di setiap kecamatan hingga tingkat RT. Juga dukungan dari Jumantik hasil kerja sama dengan tiga Universitas, yaitu UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Pamulang dan Universitas Muhamadiyah Jakarta.

“Demi menyukseskan gerakan satu rumah satu jumantik, di setiap rumah harus ada satu orang anggota keluarga yang berperan sebagai pemantau jentik. Sebab, saat ini DBD tidak hanya menyerang tempat yang kotor, namun tempat bersih pun akan terjangkiti jika pemahaman mengenai timbulnya jentik nyamuk Aedes aegypti tidak dipahami oleh para anggota keluarga,” kata Airin lagi.

Peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 kali ini dihadiri Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. HM Subuh, MPPM serta perwakilan dari RSCM Prof Dr dr. Sri Rejeki Hadinegoro. Hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perwakilan dari WHO dan UNICEF serta perwakilan Dinas Kesehatan kab/kota dan provinsi se-Indonesia. (Adv)