Walikota Turun Tangan

0
486
Walikota Serang Syafrudin menaiki mobil komando untuk mengimbau massa FPUIB agar tidak berkerumun untuk mencegah klaster baru Covid-19 di halaman Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang, Rabu (25/11).

SERANG – Walikota Serang Syafrudin turun tangan untuk meminta massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) yang menggelar apel akbar persiapan menyambut Habib Rizieq Shihab di Masjid Agung Ats-Tsauroh untuk membubarkan diri. Hal itu untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Orang nomor satu di Pemkot Serang itu tiba bersama Forkopimda Kota Serang pukul 14.30 WIB seusai menghadiri Apel Kesiapsiagaan TNI Polri serta Pemda Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Alun-alun Barat, Kota Serang. Tak segan, Syafrudin meminta menaiki mobil komando peserta apel akbar untuk memberikan imbauan agar massa membubarkan diri. Tak lama berselang, kerumuman masa membubarkan diri secara beraturan.

Diketahui, massa FPUIB rencananya menggelar acara di Alun-alun Barat namun karena berbarengan dengan acara Apel Kesiapsiagaan, akhirnya fokus massa di area parkiran Masjid Agung Ats-Tsauroh. Massa berkumpul sejak pukul 11.30 WIB hingga membubarkan diri sekira pukul 15.15 WIB.

Syafrudin mengatakan, kedatangannya ke Ats-Tsauroh untuk mengingatkan massa aksi agar tetap menerapkan protokol kesehatan baik menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Yang hadir ini bukan masyarakat Kota Serang saja, akan tetapi masyarakat luar. Jadi, perlu saya ikut campur tangan sebagai ketua gugus tugas,” ujarnya.

Menurut Syafrudin, meskipun sudah menggunakan masker namun banyak peserta tidak menjaga jarak. “Makanya saya minta setelah deklarasi agar bisa membubarkan diri karena Kota Serang saya berharap tidak menjadi klaster baru Covid-19 karena kerumunan massa,” katanya.

Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang akan memantau para peserta yang berada di Kota Serang yang mengikuti kegiatan apel akbar. “Belum ke sana (tes swab). Nanti kami lihat, sehari dua hari. Kalau memang ada sakit di-swab,” katanya usai acara.

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, Pemkot Serang tidak memberikan izin terselenggaranya kegiatan tersebut. Sehingga secara persuasif meminta agar massa aksi membubarkan diri setelah menyampaikan deklarasi. “Ini kan ribuan. Kalau kami kan ratusan masih bisa diatur protokol kesehatannya,” ujar dia.

FPUIB Dukung Kedatangan Rizieq Shihab

Apel akbar yang dihadiri ribuan umat islam di halaman Masjid Ast-Tsauroh, Kota Serang pada Rabu (25/11) digelar sebagai bentuk dukungan terhadap Habib Rizieq Shihab. Masa FPUIB pun mengecam kelompok yang membakar spanduk Habib Rizieq Shibab di Alun-alun Barat beberapa waktu lalu.

“Mendukung kedatangan Habibana Rizieq Shihab mengecam segelintir kelompok yang menghina spanduk atau baliho (Habib Rizieq Shihab-red) dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” kata ustaz Jawari usai deklarasi.

Kata dia, kedatangan Habib Rizieq dinanti sebagian besar umat Islam di wilayah Banten, meskipun hingga kini belum dipastikan kedatangannya. Ia mengaku belum ada kepastian jadwal keliling Indonesia. “Belum ada kepastian jadwal Habib Rizieq keliling Indonesia,” katanya.

Kata dia,  apel akbar  digelar dengan tujuan menyatukan ukhuwah islamiyah di antara umat Islam yang ada di Provinsi Banten. Apel akbar tersebut dihadiri oleh santri, ulama, pondok pesantren, jawara, serta perguruan pencak silat di Banten. (zan/alt)