Wanita Hamil Ditemukan Tewas di Selokan Tol Tangerang-Merak

SERANG – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Serang mendalami kasus mayat tanpa identitas yang ditemukan di dalam selokan Tol Tangerang–Merak KM 52, Kampung Julang Nagog, Desa Julang, Kecamatan Cikande sekira pukul 13.30 WIB, Selasa (1/5). Diduga mayat korban pembunuhan.

Informasi yang diperoleh, dari hasil pemeriksaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara, mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan. Tidak hanya itu, ternyata wanita malang tersebut diduga dalam kondisi hamil dan meninggal sekitar dua hingga tiga minggu lalu.

Penemuan mayat berawal dari informasi Sarul, petugas kebersihan PT Marga Mandala Sakti (MMS) yang bertugas membabat rumput di pinggir tol sekira pukul 13.30 WIB, pada Selasa (1/5). Saat sedang membabat rumput, Sarul mencium bau busuk menyengat. Oleh Sarul, sumber bau ditelusuri hingga ditemukan kasur motif kotak warna putih dan merah di dalam parit. Penasaran dengan bau busuk yang diduga dari balik kasur, Sarul lalu memberanikan diri membukanya.

Sarul terperanjat saat kasur dibuka, ia melihat sesosok mayat yang kondisinya sudah membusuk dan hancur. Penemuan mayat kemudian dilaporkan kepada Sofyan Saori, atasan Sarul dan selanjutnya melaporkan ke petugas di Polsek Cikande. Menerima laporan tersebut petugas bersama tim forensik RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi ke rumah sakit. Ciri-ciri korban saat ditemukan menggunakan baju warna biru dongker dan menggunakan celana bahan berwarna hitam, rambut hitam, dan diperkirakan berusia sekira 18 hingga 25 tahun.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim forensik, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan. “Petugas juga menemukan tulang-tulang bayi di dalam tubuh korban. Untuk penyebab kematian masih menunggu keterangan tim forensik,” ungkapnya melalui Kanit III Iptu Ilman Robiana.

Gogo mengatakan, pihaknya belum mendapat identitas korban. Dia berharap jika ada warga yang merasa kehilangan salah seorang anggota keluarga dengan ciri-ciri yang disebutkan, dapat segera memberi tahu petugas kepolisian setempat. “Keterangan dari keluarga korban tentunya membantu mempercepat mengungkap penyebab kematian korban,” tandasnya.

Kanit III Pidmum Iptu Ilman Robiana menambahkan, saat ini pihaknya fokus mendalami kasus tersebut. “Kalau sudah ketahuan baru kita mengarah pada tersangka,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Kabupaten Serang. (Adi/RBG)