Warga Babakan Ramai-ramai Keramas di Sungai Cisadane

Bersihkan Diri Jelang Ramadan

Ratusan warga mengikuti ritual mandi dan keramas bareng di Sungai Cisadane, Kota Tangerang sebagai acara bersih diri menyambut bulan Ramadan, Senin (14/5). FOTO: ANDRIANTO/JPG

TANGERANG – Ratusan warga Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang menggelar keramas bersama di Sungai Cisadane, Senin (14/5). Tradisi turun temurun ini dilakukan sebagai tanda membersihkan diri menjelang bulan Ramadan.

Lurah Babakan Abu Sofyan mengatakan, agenda ini merupakan budaya lokal Kampung Babakan yang sudah dilakukan oleh orang tua terdahulu. ”Orang tua kita dulu saat menjelang Ramadan berduyung-duyung datang ke Sungai Cisadane untuk bersih diri, suci hati, suci diri, dan suci tempat. Ini bermakna dalam menyambut Ramadan kita bergembira,” katanya kepada awak media, Senin (14/5).

Sofyan mengungkapkan, kegiatan ini juga mengandung pesan moral oleh masyarakat yakni warga tidak boleh membuang sampah atau limbah sembarangan ke Sungai Cisadane. Kata dia, sejauh ini air dari Sungai Cisadane masih dimanfaatkan untuk air PDAM, MCK dan hal lainnya. ”Masyarakat juga harus peduli akan kebersihan sekitarnya agar Sungai Cisadane tidak tercemar, untuk pelaku usaha baik hotel restoran dan pabrik tidak boleh lagi membuang limbahnya ke Sungai Cisadane,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka, dan Calon Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Arief dan Isyana bahkan ikut mengguyurkan abu merang yang digunakan untuk keramas warga.

Isyana mengatakan, tradisi keramas bersama yang dilakukan bisa menghilangkan ketegangan di tengah maraknya isu serangan teroris. ”Saya mantan jurnalis, jadi ketika mendengar ada kegiatan keramas bersama saya ingin melihatnya. Dengan adanya acara ini menurut saya kebersamaan warga juga akan lebih erat,” katanya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini juga masyarakat bisa lebih mengenal satu sama lain. Hal itu juga bisa menjadikan warga lebih waspada jika ada hal-hal yang mencurigakan. ”Kalau sudah saling mengenal antar tetangga jika ada hal yang mencurigakan akan lebih mudah terdeteksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Arief mengatakan, kegiatan yang mengandung nilai budaya dan tradisi seperti yang dilakukan di Babakan perlu dilestarikan. ”Tradisi mandi di Sungai Cisadane ini sudah berlangsung lama, sejak saya masih kecil juga sudah ada. Karenanya ini harus terus dijaga,” ungkapnya. (Hairul Alwan/RBG)