Warga Baduy Antusias Antre Bikin e-KTP

LEBAK – Sejumlah warga adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, terlihat antusias mengantre untuk membuat kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP. Selain itu, warga pun tampak membuat kartu keluarga (KK), serta kartu identitas anak (KIA).

Pantauan Radar Banten Online, warga Baduy berkumpul di Kantor Desa Kanekes. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sama. Sebagian lain berkumpul di salah satu area terbuka di tengah permukiman Baduy Luar untuk mengambil kartu identitas tersebut.

Taki, salah satu ketua RW Kampung Cikadu, Desa Kanekes mengatakan, perekaman sudah dilakukan sejak Selasa hingga Sabtu kemarin. Hari ini untuk e-KTP tinggal melakukan pengambilan.

“Jadi sekarang,” kata Taki kepada awak media menggunakan bahasa Sunda, Senin (19/2).

Taki yang sempat menumpang mobil yang digunakan awak media untuk ke lokasi perekaman serta pengambilan e-KTP menjelaskan, pengambilan e-KTP diwakilkan oleh pengurus RW dan RT-nya.

“Ada delapan RT di RW saya,” ujarnya masih menggunakan bahasa Sunda.

Saat perekaman, karena jarak jauh dari kantor desa, warga di-RW nya berbondong-bondong menggunakan mobil bak terbuka. Karena, perekaman tidak bisa diwakilkan.

“Gratis buatnya mah, enggak bayar,” ujar dia.

Disinggung soal penulisan aliran kepercayaan di e-KTP, menurut Taki, warga berharap Sunda Wiwitan yang menjadi kepercayaan warga bisa dimuat di e-KTP saat ini. “Muhun, tos lila (sudah lama), tapi katanya sekarang mah dikosongin,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AK2B) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengatakan, perekaman dan pembuatan e-KTP ini dibantu langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Nina mengaku pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan untuk mengajak warga suku adat Baduy untuk mendatangi tempat pelayanan, di antaranya pendekatan saat acara Seba Besar Suku Baduy ke Gubernur Banten beberapa waktu yang lalu.

Juga pendekatan melalui camat, kepala desa, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan termasuk melalui ketua suku adat Baduy.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri yang membantu Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten di dalam kegiatan layanan Adminduk (administrasi penduduk) ini. Sebagaimana kita ketahui, untuk Baduy ini adalah suku yang khas yang ada di Provinsi Banten, yang segala sesuatunya sangat taat menganut adat Suku Baduy,” jelas Nina.

Soal data, Nina belum bisa menjelaskan karena proses masih berlangsung. “Kita lihat nanti total semuanya,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)