Warga Bandung Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Cidurian

SERANG – Berniat hendak mengecek ketinggian permukaan air Sungai Cidurian, Roni Sahid (27) terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai, Kamis (19/4), sekira pukul 11.58 WIB. Korban diduga hanyut dan tenggelam, tetapi tubuhnya hingga semalam belum ditemukan.

Informasi yang berhasil dihimpun, Roni Sahid (27), warga Kampung Cisaranteun, RT 002 RW 001, Desa Arcamanik, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, itu adalah pegawai honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Bandung Jawa Barat. Awalnya, korban hendak mengecek kondisi bantaran Sungai Cidurian di Kampung Panunggulan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, sekira pukul 11.58 WIB pada Kamis (19/4). Roni saat itu melakukan penelusuran bantaran Sungai Cidurian di bawah jembatan.

Lantaran kondisi di bawah jembatan cukup terjal, Roni tidak bisa menahan keseimbangan pada saat menuruni bantaran. Korban terpeleset dan langsung tercebur ke sungai serta terbawa arus yang cukup deras.

Secara kebetulan, ada beberapa warga yang melihat peristiwa itu. Warga yang melihatnya langsung melapor ke warga lain serta keluarganya. Berbekal informasi itu, salah seorang warga kemudian berinisiatif melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. BPBD yang mendapatkan informasi bergegas datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Di antaranya, Kecamatan Kopo, SAR Banten, Polsek Kopo, Koramil Kopo, dan masyarakat untuk melakukan pencarian korban.

Namun, korban hingga semalam belum ditemukan oleh tim pencarian. Tim berinisiatif menunda pencarian lantaran kondisinya gelap menjelang malam. Pencarian dilanjutkan hari ini.

Kepala BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya yang mendapatkan informasi sekira pukul 14.55 dari Kasi Trantib Kecamatan Kopo, pihaknya langsung memberangkatkan tim pencarian ke TKP.

Kata Nana, korban saat itu hendak memeriksa bantaran Sungai Cidurian dan terpeleset tepat di bawah jembatan sehingga jatuh ke sungai serta akhirnya terbawa arus sungai. “Sejauh ini tim pencarian belum berhasil menemukan korban,” tukasnya.

Terpisah, Kasi Operasi SAR Banten Hairoe Amir mengatakan, ketika mendapatkan informasi peristiwa itu sekira pukul 16.00 WIB, pihaknya langsung memberangkatkan timnya untuk ikut serta dalam melakukan pencarian korban. “Korban sih asli Bandung, yang memeriksa Sungai Cidurian. Saat itu korban terpeleset dan tercebur ke sungai,” katanya.

Kata Hairoe, malam ini (tadi malam-red) pihaknya akan terus melakukan pencarian menggunakan visual mata dengan alat bantu senter lantaran tidak turun ke sungai karena proses pencarian pada malam hari membahayakan timnya. “Nanti kita akan turun ke sungai menggunakan perahu karet besok (hari ini-red) untuk melakukan pencarian,” tandasnya. (Adi/RBG)