Warga Banten Ini Mengaku Diculik Teroris dan Dipaksa Latihan Militer

Kombes Pol Martinus Sitompul (doc Jawa Pos.com)

PADA Rabu (26/4) dini hari, Polres Metro Jakarta Barat didatangi seorang lelaki berinsial YO (32). Dia mengaku telah diculik sejumlah kelompok teroris dan diajak latihan militer di kawasan Salatiga, Jawa Tengah.

Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, petugas langsung memeriksa yang bersangkutan untuk mencari tahu kebenaran pengakuan korban.

Martinus mengatakan bahwa bila polisi tidak begitu saja percaya dengan pengakuan YO. Menurutnya, polisi masih mendalami pengakuan YO. “Tentu akan kita lakukan kroscek dan pendalaman atas informasi yang bersangkutan, kita akan lakukan pemeriksaan psikologis kepada yang bersangkutan, kita ingin dapatkan gambaran kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” kata dia, Kamis (27/4).

Perwira menengah ini menambahkan, bila pemeriksaan mental terhadap YO akan dilakukan secara bertahap. Dari mulai informasi keluarga dan latar belakang YO. Pasalnya bila, keterangan YO dianggap benar dan wajar, maka polisi akan melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

Diketahu, YO mendatangi Polres Jakbar sekitara pukul 03.00 WIB, Rabu (26/4). Kepada polisi, YO mengaku berhasil lolos dari lokasi pelatihan kelompok teroris di Salatiga, Jateng.

YO diketahui berasal dari  Kampung Cijalur, Kelurahan Sindang Mulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak Banten. YO juga mengaku diculik oleh empat orang yang mengenakan mobil Avanza pada tanggal 18 April. Awalnya, keempat orang itu hanya menanyakan alamat dan meminta diantarkan. Namun, dipertengahan jalan, YO dibius dan dibawa ke arah Tol Cikande Balaraja.

YO baru tersadar beberapa jam kemudian. Saat itu, dia sudah berada di Salatiga, Jateng. Keempat pelaku pun menutup kepala YO dan dibawa ke dalam hutan.

Sampai akhirnya, YO dan keempat pelaku tiba di suatu tempat bangunan tengah hutan pohon mahono dan di sana dia melihat dan disuruh ikut latihan menembak menggunakan senjata panjang. Di tempat itu, YO mendapati 80 orang yang sebagian besar adalah perempuan.

Selama di tempat itu, YO dipaksa untuk latihan menembak dan menggunakan senjata panjang secara bergantian. Selain menembak, mereka juga mengikuti pelatihan bongkar pasang senjata dan merakit bom. Selain itu, di lokasi tersebut YO pun mengaku melihat foto para pelaku bom dan lokasi bom. Di antaranya, bom Bali, Bom Jw Marriot, bom buku beserta para eksekutornya. Tak hanya itu, YO pun membeberkan dalam lokasi ada 20 orang yang bertindak sebagai pelatih.

YO mengaku bisa lolos dari camp latihan militer itu berkat diantarkan seorang guru ke tempat pemberhentian Bus dan berangkat ke Jakarta. YO pun turun di depan Hotel Peninsula kemudian karena merasa linglung maka dia diarahkan ke kantor polisi. (elf/JPG)