Warga Banten Korban Kerusuhan Wamena Dipersilakan Tinggal di Rumah Singgah

Gubernur Banten Wahidin Halim menyapa warga Banten yang terdampak kerusuhan di Wamena.

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin serta para pejabat lainnya, Senin (7/10) menerima kedatangan 28 orang Banten yang dipulangkan dari Papua. Seluruh warga terdampak kerusuhan Wamena yang berhasil pulang dan tidak memiliki tempat tinggal diperbolehkan tinggal sementara di rumah singgah milik pemerintah daerah.

Sebanyak 28 orang itu, terdiri atas 11 warga Kota Serang dan selebihnya adalah warga Kabupaten Serang.

Pria yang akrab disapa WH itu menerima kedatangan 28 warga Banten terdampak konflik Wamena di gedung Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang. Sebelum menyambut, WH mengajak seluruh yang hadir dalam ruangan tersebut untuk membaca surat Alfatihah sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan mereka.

Usai memberikan sambutan, WH bersama para pejabat lainnya berfoto bersama. WH juga menyapa satu per satu warga untuk menanyakan kabar.
Selama di rumah singgah, WH menyarankan agar menjalani hidup normal dan sedikit demi sedikit menghilangkan trauma. “Yang penting mereka senang, tenang, dan tidak trauma lagi. Kalau mau tinggal di sini silakan. Balik lagi ke sana (Papua-red), silakan asalkan tidak dalam kondisi ketakutan,” ujar WH.

Kata dia, para warga itu akan dibina oleh pemerintah kabupaten/kota. Namun, Pemprov Banten akan tetap mem-back up. “Nanti saja lihat (bentuk bantuannya-red). Mereka makan ditampung oleh rumah singgah Dinsos,” terangnya.

Ia mengatakan, Pemprov tidak bisa memberikan jaminan pekerjaan terhadap mereka. “Jangan nambah-nambah kerjaan Pemprov. Toh di sana mereka juga usaha, jualan remote,” tutur mantan Walikota Tangerang dua periode ini.

Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengucapkan terima kasih kepada Pemprov yang sudah cepat memulangkan warga Kota Serang yang terdampak konflik di Wamena. Setelah adanya serah terima, Pemkot Serang akan bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka di Kota Serang.

“Terutama saat membutuhkan rumah singgah dan lain-lain. Kami sudah siap, karena itu kewajiban pemerintah agar mereka tidak terlunta-lunta,” tuturnya. Rumah singgah yang disiapkan Pemkot berada di Kecamatan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya. Lantaran jumlah warga yang pulang baru 11 orang, ia merasa satu rumah singgah itu dapat menampung seluruhnya.

Untuk pekerjaan, Subadri mengaku para warga ini belum memutuskan apakah akan tetap di Banten atau kembali ke Wamena. “Yang penting kita rawat dan urusi. Lihat situasi (berapa lama tinggal di rumah singgah-red),” tuturnya. Ia menilai, untuk berdagang remote dan bubur ayam tidak perlu ke Papua, tapi di Banten juga bisa. (Rostinah)