ANTUSIAS WARGA: Warga menumpangi bis Trans Cilegon Mandiri melintas di jalan Lingkar Selatan, CIwandan, Kota Cilegon, Jumat (8/2). Kehadiran Trans Cilegon tersebut disambut antusias oleh warga. (Qodrat/Radar Banten)

CILEGON – Dioperasikannya bus Trans Cilegon akhir pekan ini mendapat sambutan hangat warga Cilegon. Terutama, warga yang berada di sekitar selter-selter tempat naik turun penumpang.

    Sore pukul 04.00 WIB, warga Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, besama warga lainnya terburu-buru naik di Selter 1 Terminal Seruni. Setelah masuk tampak para penumpang terlihat canggung menaiki bus yang diresmikan pada Kamis (7/2). Sebanyak 20 kursi tersedia di dalam bus 3/4 itu. Penuh terisi. Tua, muda, dan anak-anak.

    Semua penumpang bukan hendak bepergian. Warga yang mendapatkan informasi dari tetangga sengaja datang mencoba moda transportasi mirip di Ibukota Jakarta. Riuh tak bisa terhindarkan. Selfie dan canda pecah di kursi-kursi penumpang. Butuh waktu satu jam perjalanan dari Seruni ke Selter 3 Ciwandan dan kembali lagi ke Seruni.

    Di setiap selter, bus dikawal tiga petugas Dishub Kota Cilegon. Terdiri atas sopir, penjaga, dan pramugari menepi pelan. Kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam. Dengan cekatan, dua petugas selter mengarahkan datangnya bus. Kejadian berulang pada setiap selter hingga kembali.

    Sarniah (45), warga Kelurahan Kedaleman, mengaku gembira atas kehadiran bus Trans Cilegon. Dia bersama tiga keponakannya sengaja datang untuk mencoba perjalanan di atas bus. Ia mengaku, fasiltas bus baik. “Saya tadi sama ponakan ke sini, sengaja coba. Kan gratis,” ujarnya, di Selter 1 Seruni, Jumat (8/2).

    Kata dia, mendapatkan informasi dari tetangga adanya operasi bus milik Pemkot Cilegon, ditambah saat ini ada program gratis. Menurutnya, keberadaan bus itu seperti di Jakarta. “Dari tetangga yang bilang. Kayak di Jakarta, ada Trans Jakarta. Mudah-mudahan berlanjut,” imbuhnya.

    Warga lain Hartati mengaku penasaran ingin mencoba bus baru yang melintas JLS. Selain ingin mengetahui kondisi bus, ia juga menganggapnya sebagai hiburan di sore hari bersama adiknya. “Bagus fasilitasnya. Ya, belum bisa protes, masih gratis,” katanya.

    Ia berharap, operasional bus tetap berlanjut. Jadi, ke depan warga mengetahui jam operasinya. Kata dia, perjalanan sejam dari Seruni ke Ciwandan di dalam bus nyaman. “Senang ya. Kan baru ini ada bus umum mirip di kota-kota besar,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan LLAJ Dishub Kota Cilegon Pakalima D Barutu mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan operasional bus akan berjalan gratis. Ini dilakukan untuk menarik penumpang dan memperkenalkan bus umum milik Pemkot. Uji coba operasional bus berjalan setiap hari Senin-Jumat pukul 06.00-09.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB. “Ada dua bus, masing-masing dua kali bulak balik. Seruni-Ciwandan dalam satu hari,” katanya.

    Ia mengaku, dalam operasional bus, masih terdapat kekurangan. Terutama pada jumlah selter yang kini baru berjumlah empat. Kata dia, idealnya harus ada 16 selter. “Masih kekurangan. Tapi, masyarakat cukup antusias. Pagi-sore ramai. Ini buat sosialisasi saja. Kalau batas waktunya, belum ditentukan,” pungaksnya. (Fauzan Dardiri)