Warga Berlibur ke Pantai Anyar-Cinangka Pakai Masker

Wisatawan saat masuk ke Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka,

SERANG – Pada hari kedua Idul Fitri, Senin (25/5), warga terlihat berwisata ke sejumlah pantai di kawasan Anyar dan Cinangka, Kabupaten Serang.

Pantauan Radar Banten, di hampir semua pantai terbuka di kawasan Anyar-Cinangka ada wisatawan yang masuk. Wisatawan kebanyakan dari dalam Banten. Beberapa objek wisata menerapkan protokol kesehatan Covid-19, beberapa lagi mengabaikan.

Di Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, setiap wisatawan dan pedagang yang masuk diperiksa oleh petugas. Mereka diwajibkan menggunakan masker untuk masuk ke area pantai. Kendaraan mereka juga disemprot dengan cairan disinfektan.

Pemilik Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang Rochani mengatakan, pantainya baru Senin (25/5) dibuka. Setelah sebelumnya ditutup karena pandemi Covid-19. “Kita inisiatif sendiri pengunjung harus pakai masker. Kalau enggak (pakai masker), enggak boleh masuk,” katanya.

Rochani mengatakan, pihaknya memberikan perlakuan khusus pada wisatawan dari luar daerah. Apalagi dari daerah zona merah Covid-19. “Ini pengunjung kebanyakan dari lokal,” ujarnya.

Dikatakan Rochani, sampai saat ini memang belum ada larangan resmi dari pemerintah untuk menutup kawasan wisata. Karena itu, pihaknya berani membuka pantai. “Tapi tetap kita juga mengantisipasi penyebaran, makanya kita gunakan protokol kesehatan,” terangnya.

Selama periode 2019 hingga April 2020, Rochani mengaku mengalami kerugian hingga Rp5 miliar. Penyebabnya bencana tsunami Selat Sunda, gempa Lebak, hingga Covid-19. “Beberapa karyawan juga kita rumahkan. Sekarang tinggal 100 karyawan,” ucapnya.

Rochani mengungkapkan, pendapatan ketika kondisi normal biasa mencapai Rp150 juta per hari saat libur Idul Fitri. Pada masa pandemi ini, pendapatan mengalami penurunan drastis. “Kalau hari ini (kemarin-red) paling hanya Rp5 juta,” katanya.

Pengunjung asal Kota Serang, Rahmat, mengaku berwisata ke pantai lantaran jenuh di rumah. Ia setuju dengan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pengelola pantai. “Yang penting kan kita enggak berkerumun. Kita juga di pantai kan berjemur,” katanya. (Rozak)