Warga Binaan Kirim Pesan Teror Bom, Kalapas Mengaku Kecolongan

0
466 views
Tersangka Wisnu menjalani pemeriksaan di ruang pemeriksaan Subdit 1 Polda Banten, Mapolda Banten, Rabu (26/9).

CILEGON – Kepala Lapas Klas III Cilegon Heri Aris Susila menyatakan pelaku teror ancaman bom di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon dan Pengadilan Negeri (PN) Serang, Wisnu Alfian telah mendekam di lapas sekira 1,5 tahun karena kasus narkotika. “Takut simpang siur Mas, langsung konfirmasi ke Polda aja. Yang pasti itu (Alfian) warga binaan kami yang tengah menjalani masa hukuman akibat kasus narkoba dengan hukuman lima tahun tiga bulan penjara. Kalau dilihat dari wajahnya, orangnya biasa-biasa saja. Mungkin iseng-iseng saja itu,” jelasnya.

Akan tetapi, Heri mengaku kecolongan atas kasus tersebut lantaran teror yang dilakukan warga binaan Lapas Klas III Cilegon menggunakan telepon seluler. “Cerita klasik (HP masuk lapas). Padahal kita sudah seoptimal mungkin melakukan pengawasan dengan memeriksa bodinya, ininya, itunya, pokoknya semua kita periksa. Saya juga bingung kok masih saja kecolongan. Kita juga tidak tahu apakah ada oknum lapas atau napi tersebut memasukkan HP itu dari barang-barang lain, itu kita tidak tahu. Saya akui itu kelamahan kami, padahal kami sudah optimal meriksa. Tapi, namanya juga manusia mungkin ada lengahnya, kelelahan juga. Mungkin pas kita lengah dan lelah mereka memanfaatkan itu,” tuturnya.

Ia berjanji akan melakukan penyelidikan di internal Lapas Klas III Cilegon untuk mengetahui apakah ada oknum yang melakukan penyelundupan HP kepada warga binaan. “Kalau ketahuan ada oknum yang terlibat, akan ada sanksi tegas. Nanti kan setelah dari Polda pasti pelaku teror dibalikin ke lapas. Nanti kami akan interogasi juga pelakunya, dia dapat HP dari mana, dapat kontak orang-orang yang diterornya dari mana. Nanti akan kami selidiki juga. Tetap kita proses,” tegas Heri.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Cilegon David Nababan menyatakan, pihaknya belum mengetahu motif pelaku yang melakukan teror ke kantornya. “Kan pelakunya masih diperiksa di Mapolda. Kita tunggu apa hasilnya. Tapi, kami menduga pelaku ini sudah dicuci otak oleh napi teroris yang selnya bersebelahan dengan pelaku. Kita tunggu hasilnya dari teman-teman di Polda,” ucapnya. (Andre AP/RBG)