Warga Cilegon Juga Ditangkap Karena Sebarkan Postingan Hoaks

Keluarga: Mohon Maaf atas Perilaku Anak Saya

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma

CILEGON – Seorang warga Kota Cilegon diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, lantaran menyebarkan postingan hoaks di akun Facebook miliknya yang berbau ujaran kebencian.

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma membenarkan adanya penangkapkan tersebut. “Iya itu benar,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media, saat melakukan pengamanan aksi demo di PT MCCI, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Rabu (21/2).

Romdhon menjelaskan, isu hoaks memang sedang meresahkan di wilayah Pulau Jawa khususnya. Bahkan ada yang mengakibatkan sampai aksi persekusi. “Kita sudah mengambill langkah dengan mengeluarkan maklumat untuk isu hoaks dan persekusi itu,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar dapat lebih bijak dan pintar menggunakan media sosial sesuai dengan fungsinya, dengan tidak menyebarluaskan isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. “Isu hoaks kalau mengetahui jangan di-share, tapi disampaikan dan dilaporkan ke Kepolisian melalui telepon 110 atau langsung (ke kantor Kepolisian),” tuturnya.

Terpisah, Masnah (55) ibunda dari Dedi Iswandi warga Lingkungan Kedawung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, yang pada Kamis 15 Februari lalu diamankan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri karena diduga memposting ujaran kebencian itu, berharap polisi dapat memaafkan dan membebaskan anaknya.

“Saya atas nama keluarga memohon maaf atas perilaku dari anak saya, karena telah berbuat kesalahan di akun Facebook-nya. Saya berharap masalah Dedi cepat selesai, agar dapat berkumpul kembali dengan keluarga,” katanya.

Dedi dikenal oleh keluarganya sebagai sosok yang pendiam. Tidak suka berbuat ulah. Dedi baru menikah tiga bulan lalu. “Semoga suami saya dapat segera pulang ke rumah,” ujar Hujaemah, istri Dedi.

Informasi yang berhasil dihimpun, Dedi yang berprofesi sebagai petugas keamanan dalam (Pamdal) di Pemkot Cilegon ini ditangkap oleh polisi di rumahnya lantaran menyebarkan postingan hoaks yang berisi tentang Ketua Umum PDIP Megawati yang melarang azan. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)