Warga Lingkungan Curug Masjid, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, menunjuk sungai di kampungnya. Senin (18/2) pagi aliran sungai ini meluap dan berbau solar.

CILEGON – Sejumlah warga Lingkungan Curug Masjid, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, kaget begitu melihat air sungai di kampungnya tiba-tiba meluap dan mengalir deras, Senin (18/2) sekira pukul 08.00 WIB.

Warga yang menduga terjadi banjir bandang merasa aneh karena dari air bercampur lupur yang mengalir tercium bau solar.

Peristiwa tersebut tidak berlangsung selama. Aliran sungai kembali normal Senin siang. Setelah diselidiki, ternyata tanggul air proyek perataan tanah PT Bahana Semesta Adinusantara untuk pembangunan perumahan Bukit Cilegon Asri (BCA) di Kelurahan Bagendung jebol. Stok solar untuk bahan bakar alat berat di tanggul diduga tumpah dan mengalir ke aliran sungai.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Afuh menjelaskan, peristiwa tersebut mengakibatkan kurang lebih 80.000 batu bata siap bakar di lio milik warga terendam. Satu tempat pembakaran batu bata ambruk, dan terjadi pencemaran aliran air sungai.

Mendengar informasi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ujang Iing langsung menijau lokasi tanggul dan proyek perumahan. Sebagai tindak lanjut, ia akan memanggil pengembang untuk dimintai keterangan.
“Nampaknya ada kegiatan yang salah oleh pengembang,” ujar Ujang Iing di lokasi.

Ujang mengaku kaget begitu mendengar informasi dari warga. Informasi awal yang didengarnya ada tanggul tambang pasir jebol akibat tidak mengikuti aturan. Untuk mengklarifikasi informasi itu, selain memanggil pihak perusahaan, ia akan meminta keterangan dari pihak kelurahan dan kecamatan. (Bayu Mulyana/aas)