Warga Ciracas Masih Dihantui Teror Misterius

SERANG – Warga Perumnas Ciracas Indah, Kota Serang, hingga kini masih dihantui teror pasca kejadian pembakaran yang dilakukan oleh sosok misterius pada Selasa (27/3) dini hari. Mereka pun khawatir jika aksi serupa akan terjadi kembali dan menimpa warga di perumahan tersebut.

Mamah Desi (48), salah satu warga Perumnas Ciracas Indah mengatakan, kini ia beserta keluarganya harus lebih waspada agar aksi tersebut tidak menimpa kediamannya. Apalagi, aksi pembakaran pada saat itu dilakukan bukan hanya terhadap kediaman satu orang saja, melainkan di beberapa rumah yang dilakukan secara bersamaan.

“Namanya juga di lingkungan sendiri, kita pastinya rada waswas, Mas. Makanya, sekarang mah harus lebih waspada, takut nantinya kejadian ke saya,” katanya kepada Radar Banten saat ditemui di kediamannya, Rabu (28/3).

Ia pun berharap, oknum pelaku yang melakukan pembakaran itu segera diamankan oleh pihak kepolisian supaya warga Perumnas Ciracas bisa melakukan aktivitasnya dengan tenang. “Pokoknya mah tingbating lah, Mas. Jangan sampai menimpa ke sini,” ujar perempuan yang sehari-hari membuka warung dagangan di depan rumahnya tersebut.

Ditemui terpisah, Ketua RT 03 RW 08, Perumnas Ciracas Indah, Eddy Firmansyah (57) mengakui, dalam waktu tiga tahun terakhir, kegiatan ronda malam untuk menjaga keamanan di lingkungannya sudah mulai tidak berjalan secara maksimal. Namun demikian, pihaknya mengaku sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga rumahnya masing-masing.

“Kapolsek juga sudah Kasih saran supaya ronda diaktifkan lagi. Nah, semalam sudah mulai ada ronda dari warga, tapi memang belum dilakukan secara maksimal,” kata Eddy saat ditemui di kediamannya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga korban pembakaran, ia meyakini jika pelaku tersebut hanya melakukan ulah iseng dan ingin eksistensinya diketahui oleh orang banyak. Sebab, tidak ada potensi bahwa perbuatan itu dilakukan secara berencana dan tersusun dengan rapi.

Namun yang ia sayangkan, pelaku melakukan perbuatan itu terhadap orang-orang yang notabene merupakan warga dengan tingkat ekonomi tidak terlalu tinggi. Korban yang mengalami pembakaran tersebut seluruhnya merupakan pensiunan dari tempat kerjanya masing-masing.

Kendati berstatus sebagai pensiunan, korban di lingkungannya itu, kata Eddy, tidak memiliki ikatan apa pun baik secara hubungan kerja maupun hubungan kekeluargaan. “Polisi yang datang ke sini juga kebingungan. Kemungkinannya mah pasti orang iseng, dia pengen diakui sudah melakukan perbuatan itu,” ujar Eddy.

Saat ini, pihaknya berharap oknum pelaku teror pembakaran itu bisa segera diamankan pihak kepolisian. Sehingga, masyarakat di lingkungannya yang mayoritas berstatus sebagai pekerja kantoran tersebut bisa beraktivitas kembali dengan rasa aman. “Mudah-mudahan bisa segera ketahuan orangnya siapa,” paparnya.

Namun, Kapolsek Serang Kota Kompol Irwanda ketika didatangi ke polsek tidak ada di tempat lantaran sedang mengawal aksi unjuk rasa di depan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang. “Beliau tidak ada Mas, sedang mengawal demo di Dukcapil Kota,” ujar salah seorang anggota polisi Polsek Serang Kota pada pelayanan dan pengaduan.

Ketika dihubungi melalu sambungan telepon. Ia mengatakan bahwa sedang melakukan rapat di Polres Serang Kota guna pengamanan pilkada. “Lagi rapat di Polres Serang untuk giat sispam kota pada pemilihan kepala daerah,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp. (Rifat-Adi/RBG)