CILEGON – PT MCCI (Mitsubishi Chemical Indonesia) yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon tengah menjadi sorotan warga sekitar. Warga mendesak PT MCCI dapat terbuka akan potensi bahaya petrokimia.

Lapisan elemen masyarakat yang tergabung di Forum Masyarakat Gerem Berdaulat (FMGB) memulai diskusinya untuk menyikapi PT MCCI. Diskusi ini berlangsung di Saung Lelean, Pantai Gerem, Minggu (18/2).

Dedi, Ketua LSM Kopling (Komunitas Pecinta Lingkungan) yang juga tergabung di FMGB mengatakan PT MCCI terkesan menutup diri. Tidak transparan untuk memberikan informasi tentang berapa jumlah perusahaan yang ada di dalam PT MCCI maupun potensi bahaya industri tersebut kepada lingkungan dan warga sekitar.

“Kita sebagai masyarakat hanya mengingatkan tentang komitmennya yang mungkin dilupakan. Perusahaan inikan petrokimia,” ujarnya.

Kata dia, potensi bencana petrokimia selalu mengancam warga sekitar. Namun pihak perusahaan belum memberikan sosialisasi akan upaya mengindari jika terjadinya bencana tersebut.

“Potensi bahayanya sangat besar. Kalau umpamanya bocor ya meledak, maka akan sama seperti yang terjadi di India. Apalagi perusahaan dan permukiman jaraknya sangat dekat,” ucapnya.

Ia mengaku FMGB telah menyurati pihak PT MCCI namun balasan yang diterima tidak sesuai dengan harapan sehingga warga Gerem menjadi geram. Ia menuntut agar PT MCCI dapat transparansi terhadap kebijakan perusahaan. Termasuk jumlah tenaga kerjanya.

“Sementara ini belum ada untuk sosialisasi ketanggap daruratan. Tanggal 21 Februari ini kita akan menggelar aksi di PT MCCI untuk memperjungkan aspirasi masyarakat. Dan ini kita sedang melakukan penggalangan massa,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)