SERANG – Warga Kampung Pasirjeruk, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, bergotong royong merehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik Juranah, Jumat (19/4). Rumah janda anak empat itu kondisinya lapuk dan reyot.   

    Pantauan Radar Banten, perbaikan rumah semi permanen itu dilakukan oleh warga secara bergotong royong. Seluruh bangunan rumah dirobohkan dengan peralatan seadanya. Selanjutnya, warga membangun fondasi, dinding setengah bata, hingga bagian rumah lainnya.

    Warga setempat, Anto menilai, rumah Juranah mendesak untuk direhabilitasi. Ia bersama warga lainnya sengaja membantu pembangunan rumah Juranah karena kondisinya memprihatinkan.

    “Kita bongkar semua bangunannya, gotong royong bersama-sama warga,” ujar Anto kepada Radar Banten, Jumat (19/4).

    Kata Anto, biaya perbaikan rumah Juranah merupakan swadaya masyarakat, hasil penggalangan dana melalu media sosial dan perorangan. Beberapa warga juga membantu dengan memberikan uang tunai dan bahan material. “Alhamdulillah, banyak yang membantu,” ucapnya.

    Anto menargetkan, perbaikan rumah Juranah diselesaikan dalam waktu satu minggu. Selama pembangunan, Juranah dan keempat anaknya sementara mengungsi di rumah saudaranya. “Kita bangun seadanya saja. Yang penting enggak kehujanan keanginan. Nanti atapnya dari asbes, dinding GRC, bata setengah dinding, ukurannya 6×6 meter,” ungkapnya.

    Anto berharap, rehabilitasi rumah hasil swadaya masyarakat mampu membantu kondisi ekonomi Juranah. Anto pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang sudah membantu. “Alhamdulillah semoga bisa bermanfaat,” ucapnya.

    Sementara itu, Juranah mengaku terharu atas bantuan perbaikan rumahnya. Juranah yang sehari-harinya berjualan kue buatan tetangganya itu mengaku tidak bisa membangun rumah karena keterbatasan ekonomi. “Terima kasih semuanya yang sudah menyumbang,” ucapnya seraya meneteskan air mata. (Abdul Rozak)