Warga Harjawana Lebak Krisis Air Bersih

0
138 views
Petugas BPBD Lebak memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Kampung Tambaga, Desa Harjawana, Bojongmanik, Senin (5/8). Foto Mastur / Radar Banten

LEBAK – Sejak satu bulan terakhir ini, warga Kampung Tambaga, Desa Harjawana, Kecamatan Bojongmanik, mengalami krisis air bersih. Perwakilan masyarakat setempat kemudian bersurat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak untuk mendapatkan bantuan air, beberapa hari lalu, dan Senin (5/8) dikirim tiga unit tangki air bersih berkapasitas 17 ribu liter air.

Pantauan Radar Banten di lokasi pengiriman air bersih kemarin, BPBD mendistribusikan bantuan air bersih ke Bojongmanik sekira pukul 10.30 WIB. Tiba di lokasi, masyarakat sudah berkumpul dengan membawa berbagai jenis peralatan untuk mengambil air, seperti ember, jeriken, kompan, dan lain sebagainya.

Setelah istirahat sejenak, petugas dari BPBD Lebak langsung melayani masyarakat yang telah menantikan bantuan air bersih sejak satu jam sebelumnya.

Sukardi, warga Kampung Tambaga menyatakan, musim kemarau yang terjadi sejak satu bulan lebih mengakibatkan masyarakat kesulitan air bersih. Warga biasanya mengandalkan air dari sumur timba, tetapi sekarang air dari dalam sumur sudah tidak ada lagi.

Atas dasar itu, perwakilan warga meminta bantuan air bersih kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada BPBD Lebak.

“Saya bersyukur, BPBD cepat merespons surat permohonan bantuan air bersih yang masyarakat ajukan,” kata Sukardi kepada wartawan, kemarin.

Sukardi mengatakan, air bersih yang disalurkan BPBD diprediksi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua sampai tiga hari. Itupun, kata dia, jika air digunakan untuk memasak dan mencuci alat masak saja.

Apabila digunakan untuk mandi dan mencuci maka hanya cukup untuk satu hari saja. Sukardi meminta kepada pemerintah daerah untuk rutin memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kampung Tambaga.

“Untuk mandi dan mencuci masyarakat memanfaatkan air sungai. Walaupun, jarak tempuh untuk sampai ke sungai lumayan jauh,” jelasnya.

Mimin, warga Kampung Tambaga, Desa Harjawana lainnya membenarkan, dalam sebulan ini bulan masyarakat di kampungnya kesulitan air bersih. Semua sumber air di kampung ini debitnya sudah menyusut. Sehingga, masyarakat harus antre dari siang hingga sore hari untuk mendapatkan air bersih yang debit airnya sedikit.

“Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan BPBD Lebak. Air yang diberikan kepada warga juga cukup jernih,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi menyatakan, pemerintah akan berupaya maksimal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.

Akan tetapi, kata dia, masyarakat harus mengikuti aturan dalam mengajukan bantuan, yakni melalui pemerintah desa. Tujuannya, supaya bantuan yang disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini kita kembali salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Harjawana, Kecamatan Bojongmanik. Masyarakat di sana memang membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Hingga awal Agustus 2019, masyarakat di 13 kecamatan telah menyampaikan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Lebak. Semua permohonan tersebut dilayani dengan baik.

“Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, kami kerja sama dengan PDAM Tirta Multatuli. Jadi, kita hanya menyediakan mobil tangki air dan tenaga untuk pendistibusian bantuan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan,” katanya. (tur/zis)