Warga Kampung Bunut Tinggal di Gubuk Reyot

Berharap Ada Bantuan

Gubuk reot yang dihuni Isah (60), janda tua yang hidup sebatang kara di Kampung Bunut RT 01 RW 04, Desa Rahayu, Kecamatan Patia membutuhkan perbaikan, Selasa (18/12).

PATIA – Isah (60), warga Kampung Bunut RT 01 RW 04, Desa Rahayu, Kecamatan Patia tinggal di gubuk yang nyaris ambruk. Gubuk berukuran 2×3 meter itu kondisinya sangat memperihatinkan, jika tidak dilakukan perbaikan bisa segera roboh. “Iya kandang saya merasa waswas, apalagi kalau ada muslim angin, khawatir ambruk gubuk ini,” kata Isah kepada Radar Banten, kemarin.

Isah berharap memiliki rumah baru yang lebih layak huni, agar lebih nyaman. “Harapan sih punya rumah baru, bukan gubuk seperti ini. Namun dapat dari mana uangnya untuk membangun rumah, untuk makan saja mengandalkan dari hasil kuli tani,” katanya.

Isah mengaku tinggal di gubuk reyot ini sudah puluhan tahun, setelah suaminya tidak pergi. “Sudah lama, tapi enggak apa-apa, yang penting selamat. Dan bisa makan meskipun dari hasil kuli menanam padi,” katanya.

Kepala Desa Rahayu Sarmin berjanji akan mengusulkan perbaikan rumah warga tidak mampu itu dari program rumah tidak layak huni (RTLH) ke Pemkab. “Nanti kita pelan-pelan saja, kita usulkan dulu, mudah-mudahn terealisasikan,” katanya.

Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Patia Sarna mengaku di Kecamatan Patia masih ada ribuan rumah yang tidak layak huni, sementara bantuan dari Dinas Sosial kuotanya terbatas. “Iya memang kuota untuk bantuan itu terbatas. Untuk warga di Patia setiap ada saja meskipun tak banyak. Mudah mudahan kedepannya ada lagi,” katanya. (Herman/RBG)