Warga Kampung Doakan Keselamatan Siti Asiyah

0
460 views
Benah, ibu Siti Asiyah, saat membuat paspor di Imigrasi Serang, Selasa (28/2). Foto: Aas Arbi

SERANG – Simpati warga kepada keluarga Siti Aisyah cukup besar. Asria, orangtua Siti Aisyah, bercerita kalau di rumahnya pihak keluarga terus mendapatkan dukungan moril  dari warga.

Katanya, warga secara sukarela rutin menggelar pengajian dan doa bersama di rumahnya di Kampung Rancasumur. Doa bersama dilakukan selepas salat Isa yang diikuti puluhan orang. Bahkan, lanjutnya, malam pertama dan kedua setelah pihak keluarga mendapatkan informasi anaknya ditahan dan ditangkap kepolisian Malaysia, warga yang berdoa mencapai ratusan orang. Untuk menampung warga yang antusias, Asria bersama istrinya, Benah, sampai menyediakan tenda di samping rumah dilengkapi kursi.

Sekadar diketahui, rumah orangtua Siti Aisyah yang belum lama direnovasi itu luasnya 100 meter persegi. Ada tiga kamar tidur, masing-masing berukuran kira-kira 3×3 meter. Sementara luas ruang keluarga dan ruang tamu, sekira 20 meter persegi. “Pas pertama pengajian, di rumah sampai enggak ketampung. Terpaksa sebagian di luar rumah,” ungkap Asria saat berbincang-bincang seusai membuat paspor di Imigrasi Serang, Selasa (28/2).

Asria didampingi Benah, dan keponakannya Samin mengaku bersyukur karena mendapatkan kepedulian yang tinggi dari warga. Pengajian dan doa bersama setiap malam itu, diakuinya, atas inisiatif tokoh masyarakat dan warga. “Itu mah (pengajian) inisiatif dari warga. Sampai air minum pun dari warga. Ada warga nyumbang air minum untuk pengajian,” tambah Samin menimpali obrolan.

Samin melanjutkan, selepas salat Isa, biasanya warga melanjutkan dengan mengaji Surah Yasin dan berdoa. “Semoga masalah ini cepat selesai dan Siti Aisyah dapat berkumpul kembali bersama keluarga,” harap Samin. (Aas)