Warga Kecamatan Tirtayasa Nobar Film G30S/PKI

0
1095

SERANG – Masyarakat, guru dan pemuda di Kecamatan Tirtayasa nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) di Gedung  PGRI Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Kamis (28/9).

Ketua Forum Operator Tirtayasa Khawase mencoba memfasilitasi pemutaran film G30S/PKI ini, untuk mengetahui sejarah kelam negara tentang pemberontakan dan pembantaian ulama, santri dan jenderal pada tahun 1965.

Dijelaskannya, pemutaran film ini sebagai edukasi masyarakat untuk waspada terhadap bahaya laten komunisme.

“Dari forum bukan semata-mata latah karena ramai isu komunis ini. Melainkan untuk memberikan pemahaman dan perenungan kembali,” ucap dia saat ditemui Radar Banten Online, Kamis (28/9).

Ia menjelaskan ada dua ‘hijau’ yang ditakuti oleh komusis yaitu Panglima TNI dan Ulama yang selalu maju di garda paling depan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahaya ideologi komunis, dikatakannya, bagi pemuda bisa sampai pada arah tidak mengakui agamanya.

“Paham komunis itu sangat berbahaya. Ideologi kita mengakui Pancasila, tapi adanya paham underground bisa merubah ideologi dasar Indonensia,” ujarnya.

Penyebaran paham ini bisa melalui media sosial, Youtube dan lainnya yang menyebarkan propaganda.

Ditambahkannya lagi, di Kecamatan Tirtayasa sudah dilakukan pemutaran film di beberapa tempat seperti sekolah dan pondok pesantren.

Nawasi, anggota Forum Operator Tirtayasa mengungkapkan melalui pemutaran film sejarah tersebut agar generasi muda mengetahui mana yang harus diikuti.

“Paham komunis ini sangat besar dampaknya, musuh komunis adalah umat Islam,” ujarnya.

Oleh sebabnya, kata dia, pemutaran film G30S/PKI bisa menjembatani masyarakat, pemuda dan pendidik di Tirtayasa agar melek sejarah.

“Para jenderal dan ulama, pergerakannya harus dilanjutkan untuk memperkukuh dan mempersatukan NKRI,” tuturnya. (Anton Sutompul/antonsutpmpul1504@gmail.com)