Warga Keluhkan Tanah Galian Pipa Air Bersih

0
456 views
Pengendara melintas di dekat galian pipa di jalan Kitapa, Kota Serang, Minggu (25/10). Warga mengeluhkan material galian yang mengganggu aktivitas

SERANG – Warga Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang mengeluhkan lambannya pengerjaan pemasangan pipa penyediaan saluran air bersih. Sehingga, tumpukan tanah sisa galian tercecer menganggu aktivitas warga setempat.

Pantauan Radar Banten, kemarin (25/10), beberapa titik terlihat tumpukan tanah bekas galian pipa saluran air bersih. Tanah sisa galian itu memakan badan jalan sekira setengah meter dengan tinggi tumpukan 20 hingga 40 centimeter. Tak hanya Lingkungan Cipara Ranjeng Jaya, kondisi serupa terjadi di sepanjang jalan Kelapa Dua Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, hingga tembus ke Jalan Raya Banten.

Salah seorang warga Lingkungan Cipare Ranjeng Jaya RT 01, RW 06, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Nunu mengatakan, pengerjaan galian  tanah itu dilakukan Selasa (20/10) lalu. “Tanah sisa galian tidak dirapikan lagi. Enggak ada karungnya,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (25/10).

Dikatakan Nunu, warga lainnya mengeluhkan kondisi yang serupa. Buruh yang mengerjakan galian tersebut mengaku diberi waktu dua hari untuk menyelesaikannya. “Katanya dua hari, nyatanya dari hari Selasa sampai sekarang (minggu-red) belum selesai,” terangnya.

Kata Nunu, aktivitas warga sekitar akibat tumpukan tanah tersebut terganggu. Contohnya, dia tak bisa mengeluarkan mobilnya lantaran terhalang oleh tumpukan tanah. “Ini tentu menghambat aktifitas warga,” katanya.

“Kami bukan tidak mendukung rencana penyediaan air bersih yang dilakukan pemerintah. Tapi, kami berharap pengerjaan galiannya tak mengganggu,” tambah Nunu.

Sementara Pendi, warga Komplek Kidemang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, mengatakan, seharusnya tanah bekas galian pipa air bersih itu dimasukkan ke dalam karung. Sehingga, tumpukan tanah tersebut tidak menggangu warga.

“Harapan mah bisa cepet selesai. Tanahnya dirapihkan kembali. Kalau tercecer begitu bisa debu dan juga bisa menyebabkan jalan licin kalau hujan tiba,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang Kota Serang Iwan Sunardi mengaku telah menegur pelaksana agar galian tanah yang rampung dimasukkan ke dalam karung. Sedangkan, area galian dipasang police line. “Sudah saya konfirmasi ke pelaksana,” katanya.

Iwan mengatakan target pengerjaan galian pipa untuk penyediaan saluran air bersih selama dua pekan. Tanah yang telah rampung pemasangan pipanya untuk dipadatkan kembali. “Mudah-mudahan sesuai target,” terangnya.

Dikatakan Iwan, pemasangan pipa saluran air bersih dilakukan untuk memasang 150 sambungan rumah (SR) yang berada di kelurahan Serang sebanyak 100 SR dan Kelurahan Cipare 50 SR. “Ya, itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK-red) APBN tahun 2020,” katanya. (fdr/nda)