Warga Komplek PLTU Suralaya Ancam Gugat PT. IP

0
831 views

CILEGON – Pengacara yang ditunjuk warga RW 01 Komplek PLTU Suralaya, Kota Cilegon Teguh Prinaryanto dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Untirta menegaskan akan mengugat PT. Indonesia Power ke Pengadilan Serang terkait harga pembebasan lahan yang dirasa tidak sesuai.

Apalagi menurut Teguh, pihak PT.IP telah memberikan batas waktu kepada warga terkena dampak sampai Jumat (6/11) besok untuk memberikan keputusan penerimaan atau penolakan harga lahan yang diberikan.

“Kita akan melakukan sesuatu pada bentuk hukumnya. Oleh karena klien kami menolak maka kami akan melakukan gugatan supaya hal yang dirasakan berat oleh warga dikabulkan oleh Pengadilan Serang,” ujar Teguh, usai mediasi terhadap DPRD Cilegon, Kamis (5/1).

Dijelaskannya, ada 40 rumah dari 40 kepala keluarga yang telah memberikan kuasa hukum untuk melakukan gugatan. Teguh menyebutkan langkah hukum yang diambil lantaran PT.IP sudah tidak bisa lagi menggunakan cara musyawarah untuk mufakat.

“Sebetulnya didalam aturan langkah hukum merupakan jalan terahir untuk menyelesaikan persoalan ini. Makanya kemarin kita menghadap ke Ketua DPRD Cilegon supaya persoalan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. Kemudian hari ini kita hadir mediasi tapi ternyata pihak Indonesia Power tidak hadir dan memberikan informasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Cilegon Isro Miraj mengaku menyerahkan keputusan yang akan diambil oleh warga. Dikatakannya, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memaksa PT.IP untuk memberikan harga lahan yang sesuai keinginan warga Komplek PLTU Suralaya tersebut.

“Mau melanjutkan ke Pengadilan itu merupakan hak warga. Tapi kita sangat kecewa dengan tidak hadirnya pihak Indonesia Power yang telah kita berikan surat undangan ini,” ucapnya. (Riko)