Warga Korban Gusuran Pemkot Cilegon Masih Bertahan Mendirikan Tenda

CILEGON – Puluhan warga Lingkungan Keramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon hingga Senin (22/8/2016) masih bertahan menempati sejumlah lahannya yang telah digusur oleh Pemkot Cilegon pada beberapa waktu lalu. Dengan mendirikan tenda seadanya warga tersebut terpaksa harus tidur dan beristirahat di tempat terbuka itu.

Titin salah seorang warga yang hingga kini menempati tenda itu mengaku belum siap untuk menempati rumah kontrakan karena tidak adanya biaya. “Pembongkarannya saja dilakukan tiba-tiba, mana kami punya simpanan uang untuk ngontrak atau pindah ke tempat lain,” katanya.

Dijelaskannya, lebih dari 100 KK (kartu keluarga) warga yang rumahnya tergusur. Tapi yang masih bertahan dengan mendirikan tenda seadanya hingga saat ini tersisa sekitar 96 KK lagi. “Kalau malam kita menggunakan lampu emergensi, atau lilin. Ya begini keadaannya kalau hujan kehujanan, kalau panas ya kepanasan,” katanya.

Lebih lanjut Titin mengungkapkan ia dan warga lainnya yang senasib itu akan terus bertahan untuk menempati tenda-tenda itu sebelum adanya keputusan bantuan dari Pemkot Cilegon. “Kita tidak akan pernah pergi dari sini. Sebelum Pak Wali menyediakan tempat untuk memboyong kita pergi. Hak bangunan akan terus kita perjuangkan,” katanya.

Diungkapkan Titin, sementara ini dari puluhan warga yang bertahan hanya memiliki satu tempat ruangan yang dijadikan sebagai tempat Mandi Cuci Kakus (MCK). “Ada satu sumur yang tidak tertimbun bangunan, jadi kita pakai secara bergantian untuk mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga,” katanya. (Riko)