Warga Kota Serang Antusias Tunaikan Salat Gerhana

0
465 views

SERANG – Ratusan warga Kota Serang melaksanakan salat gerhana bulan di Masjid At Tsauroh, Kota Serang, Rabu (31/1) malam.

Salat gerhana bulan, diimami oleh Ustadz Ridho Abdul Wahab. Sedangkan pengisi khotbah diisi oleh KH Ariman Anwar. Salat dilaksanakan bada isya dari 19:40 WIB hingga 20:34, WIB.

KH Ariman Anwar dalam khotbahnya mengatakan salat gerhana yang dilakukan malam ini setara dengan salat idul Fitri dan idul adha. “Setelah melaksanakan salat imam menganjurkan jangan segan-segan untuk senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam bentuk apapun baik badaniah (salat) maupun ma’iah (shodaqoh),” terangnya, saat khotbah, di Masjid At tsauroh, Kota Serang, Rabu (31/1) malam.

 

Dikatakannya, ini fenomena biasa yang menjadi sunnatullah dengan adanya kejadian-kejadian dianjurkan untuk salat gerhana. Bahkan salat lima waktu pun mengikuti peredaran alam bukan mengikuti peredaran jam.

“Bersyukurlah kita terjadinya gerhana, bulan termasuk pertengahan bulan (hijriyah-red) termasuk normal dan biasa. Patut kita syukuri. Ibadah ini juga dijaga ketat oleh aparat keamanan. Ini merupakan daripada kesatuan antar masayrakat,” tuturnya.

Salat gerhana bulan ini turut dihadiri oleh Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin dan Komandan Kodim (Dandim) 0602 Serang Letkol Czi Harry Praptomo.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan salat gerhana ini dihadiri antusiasme masyarakat, yang secara agama dianjurkan untuk dilaksanakannya salat pada saat fenomena alam seperti gerhana bulan.

“Merupakan hal yang patut disyukuri, setiap insan manusia. Seluruh umat muslim melaksanakan salah satu ibadah yang disunnahkan, hal ini harus disyukuri secara pribadi dan masyarakat. Aktifitas kegiatan ini antusiasnya sungguh sangat luar biasa,” terangnya usai melaksanakan salat gerhana bulan di Masjid At Tsauroh, Kota Serang, Rabu (31/1).

Menurutnya, antusiasme masyarakat Kota Serang menandakan masyarakat sangat mensyukuri bahwa gerhana bulan merupakan fenomena alam yang diberikan Allah SWT. Salat gerhana bulan menjadi bagian kehadiran menyikapi fenomena alam dalam bentuk rasa sykur.

“Termasuk juga kami melakukan kegiatan pengawasan dan antisipasi. Fenomena ini identik dengan naiknya air laut. Ada beberapa kecamatan yang masuk kawasan pesisir yang mungkin dijadikan pengingat akan kebesaran Allah SWT,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).